POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

PDB sektor ekonomi kreatif Indonesia tumbuh 4,04 persen

PDB sektor ekonomi kreatif Indonesia tumbuh 4,04 persen

Samarinda, e Kalimantan (Antara) – PDB sektor ekonomi kreatif Indonesia pada tahun 2021 tumbuh sebesar 4,04 persen yang memberikan kontribusi baik terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pada 2020, sektor ekonomi kreatif terkoreksi 1,70 persen. Namun, pada 2021, PDB sektor ekonomi kreatif di Indonesia tumbuh 4,04 persen,” Direktur Musik, Film, dan Animasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Amin Abdullah dicatat melalui Pelepasan Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs) Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Senin.

Data tersebut disampaikan Abdullah saat menjadi pembicara pada Rapat Kerja Regional Gekrafs (Rakiruel) Kaltim 2022, Minggu.

Pertemuan Gekrafs yang di antaranya talkshow ekonomi kreatif menyambut pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara berlangsung baik offline maupun online.

Abdullah mencatat, sektor ekonomi kreatif pada 2020 menyerap 19,39 juta tenaga kerja di Indonesia yang mayoritas atau 39,20 persen di antaranya adalah Generasi Z dan Milenial berusia 25-40 tahun.

Dari total pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, kontribusi pertumbuhan tertinggi berasal dari subsektor televisi dan radio sebesar 9,48 persen, subsektor aplikasi dan game 9,17 persen, serta subsektor arsitektur sebesar 7,23 persen.

Abdullah mencontohkan, ekonomi kreatif merupakan nilai tambah kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia yang berbasis budaya, warisan, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dijelaskannya, “Nilai tambah adalah selisih antara nilai produksi dengan nilai biaya proses produksi. Nilai tambah ini didapat dari kreativitas para pelaku sehingga harganya naik.”

Dia mencontohkan pengusaha makanan yang membuat produk yang mengandung kacang-kacangan, tepung terigu, telur, bawang putih, garam, dan lain-lain. Total harga bahan baku adalah Rs 750.

Jika perwakilan komersial menjual makanan seharga Rs 1.000, nilai tambah adalah Rs 1.000 dikurangi Rs 750, atau sama dengan Rs 250.

READ  Kacific menyelesaikan 2.500 layanan satelit untuk pedesaan Indonesia

Menurut Abdullah, ekosistem ekonomi kreatif berbagai pihak harus dipahami dengan baik, terutama bagi para pelaku ekonomi kreatif, agar usahanya dapat berkelanjutan dengan tetap terhubung dengan mata rantai bisnis yang sedang dibangun.

Sistem yang saling terkait yang mendukung rantai nilai ekonomi kreatif adalah kreativitas, produksi, distribusi, konsumsi dan pelestarian yang dapat diupayakan melalui kerjasama Pentahelix atau lima pihak, yang terdiri dari pemerintah, akademisi, komunitas, bisnis dan media.

Kerjasama Pentahelix penting untuk memberikan nilai tambah pada produk, sehingga produk tersebut berdaya saing tinggi, mudah diakses, dan dilindungi hukum.

Sementara itu, pengembangan ekonomi kreatif dapat dilakukan melalui penelitian dan pendidikan, fasilitasi pembiayaan, penyediaan infrastruktur, pengembangan sistem pemasaran dan insentif, diferensiasi dan digitalisasi produk, fasilitasi kekayaan intelektual, dan perlindungan kreativitas. dia berkata.

Berita terkait: Indonesia mengusulkan untuk menjadi anggota Dewan Eksekutif Organisasi Pariwisata Dunia pada 2023-2027
Berita terkait: The Young Twenty Initiative libatkan pemuda di sektor ekonomi kreatif
Berita terkait: Sektor pariwisata memainkan peran penting dalam pencapaian SDGs di Indonesia