POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Para Menteri ASEAN menyoroti perlunya kerja sama untuk memanfaatkan manfaat AI

Para Menteri ASEAN menyoroti perlunya kerja sama untuk memanfaatkan manfaat AI

Menteri Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menekankan perlunya tindakan dan kerja sama bersama untuk memanfaatkan manfaat kecerdasan buatan, menurut pernyataan bersama.

Gambar ilustrasi

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN tentang Sains, Teknologi dan Inovasi ke-20 yang diadakan di provinsi Siem Reap, Kamboja barat laut, pada tanggal 7 Juni.

Pertemuan tersebut mengakui potensi transformatif yang signifikan dari kecerdasan buatan (AI) sebagai pendorong utama kemajuan teknologi dan inovasi, dan menekankan perlunya tindakan dan kolaborasi bersama untuk memanfaatkan manfaat AI sambil secara proaktif mengatasi dampak sosial, ekonomi, dan etika yang beragam. Dia berkata.

AI diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian ASEAN, berpotensi meningkatkan PDB sebesar 10 hingga 18%, senilai sekitar US$1 triliun pada tahun 2030.

Pada kesempatan ini, Kelompok Kerja Pertemuan Chief Digital Officers ASEAN mengenai Tata Kelola AI dibentuk dengan tujuan untuk mengatasi isu-isu relevan terkait tata kelola AI, termasuk tata kelola AI generatif, dan mendorong penggunaan AI yang aman, bertanggung jawab, dan etis.

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pertemuan tersebut menyambut baik peluncuran ASEAN Committee on Science, Technology and Innovation Pathways on Artificial Intelligence periode 2024-2025, dengan tujuan memperluas inisiatif pengembangan kapasitas regional di bidang kecerdasan buatan.

Pada pertemuan tersebut, para menteri mengakui kemungkinan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang komprehensif dan adil, meningkatkan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan dan layanan dasar, serta mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi dalam masyarakat.

Mereka juga menekankan pentingnya investasi pada infrastruktur AI, termasuk pusat data, sumber daya komputasi dan konektivitas, untuk mendorong pengembangan dan penerapan aplikasi dan layanan AI yang bertanggung jawab di seluruh ASEAN.

READ  Ekonom mendesak G20 untuk membuat registri untuk melacak oligarki - Eropa

Pertemuan tersebut mendorong upaya kolaboratif yang bertujuan untuk membangun inisiatif dan platform infrastruktur AI regional untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan, pertukaran data, transfer teknologi, dan kerja sama antara peneliti, inovator, dan wirausaha.

Menurut pernyataan tersebut, para menteri ASEAN juga menekankan kebutuhan mendesak akan kerangka dan mekanisme tata kelola data yang kuat untuk melindungi privasi, keamanan, dan integritas data, sekaligus mendorong pertukaran data, interoperabilitas, dan inovasi dalam aplikasi kecerdasan buatan.

VNA