POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Oaktree Capital mewaspadai satu kemungkinan skenario keuangan di Inter Milan

Oaktree Capital mewaspadai satu kemungkinan skenario keuangan di Inter Milan

Ada satu skenario keuangan yang mungkin diwaspadai oleh pemilik baru Oaktree Capital setelah menyelesaikan pengambilalihan Inter Milan.

Edisi cetak hari ini dari surat kabar Corriere dello Sport yang berbasis di Roma, trans FCInterNewsmenyatakan bahwa pemilik baru Nerazzurri ingin menghindari masalah keuangan yang dapat menyebabkan pemegang obligasi klub melunasi lebih awal,

Oaktree telah merebut kembali seluruh saham Suning yang dimiliki oleh pemilik Inter yang akan keluar dari klub tersebut.

Artinya, dana yang berbasis di AS tersebut kini memiliki saham pengendali di Nerazzurri.

Masih akan ada proses transisi bagi IMF untuk menetapkan struktur kepemilikannya. Namun secara keseluruhan, mereka adalah pemilik baru Inter.

Oaktree telah memperoleh kembali 68,55% saham di Inter yang dimiliki Suning Holdings melalui perusahaan induknya yang berbasis di Luksemburg, Grand Tower, lapor surat kabar Corriere.

Dana AS tersebut juga memperoleh kembali 31,05% saham yang dimiliki oleh International Sports Capital SpA, yang didirikan oleh mantan presiden Inter Eric Thohir, yang dimiliki melalui perusahaan induk LionRock Capital di Kepulauan Cayman.

Satu situasi keuangan yang harus dihindari Oaktree Capital di Inter Milan

Corriere menegaskan, tidak ada satu pun masalah utang Suning yang bisa berdampak pada Inter.

Pinjaman yang diperoleh perusahaan China pohon ek Pada tahun 2021, itu bukan untuk Inter. Melainkan ditujukan khusus kepada Suning.

Oleh karena itu, dengan kendali Inter yang berpindah ke tangan Oaktree setelah Suning mengalami gagal bayar, situasi hutang pemilik yang keluar tidak ada hubungannya dengan Nerazzurri.

Namun bukan berarti Inter tidak punya utang.

Ada masalah klub 415 juta obligasi.

Hal ini berpotensi menimbulkan kebuntuan dalam hubungan Inter dengan pemegang obligasinya.

READ  Draymond Green Warriors Percaya Diri Celtics Di Final NBA 2022

Jika situasi keuangan memburuk, Nerazzurri mungkin harus melunasi pemegang obligasinya lebih awal.

Oleh karena itu, Corriere melaporkan, pemilik baru Inter akan berupaya mengelola keuangan klub dengan hati-hati.