POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Negara-negara anggota G20 tertarik bekerja sama dengan Indonesia: Kementerian

Sejauh ini, beberapa (negara anggota G20) telah menunjukkan respon positif (bekerja sama dengan Indonesia). Karena saya percaya bahwa posisi kepemimpinan G20 kita adalah peluang untuk menarik investasi dari negara lain

Jakarta (ANTARA) – Beberapa negara anggota G20 telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama di berbagai bidang dengan Indonesia yang akan menjadi presiden G20 pada 2022, kata pejabat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Sejauh ini beberapa (negara anggota G20) telah membuat catatan positif (bekerja sama dengan Indonesia) karena ini dan saya yakin kepresidenan G20 kita adalah peluang untuk menarik investasi dari negara lain,” Eddie Brio Pamputi, co-chair Kementerian Koordinasi Ekonomi Internasional, mengatakan pada konferensi pers pada hari Senin.

Deputi kementerian mencontohkan, salah satu agenda kerja sama yang dibawa oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese yang berkunjung ke Indonesia pada Senin adalah di bidang konversi energi.

Berita Terkait: G20: Pertemuan HWG ke-2 untuk membahas fasilitasi akses ke kesehatan global

Selain Australia, dia mengatakan presiden Jerman akan mengunjungi Indonesia akhir tahun ini untuk membahas kerja sama pengembangan energi hijau.

Selain di bidang energi, kerja sama Indonesia dengan negara-negara G20 meliputi pengembangan digital, kesehatan dan pendidikan, dan kementerian terkait telah memberikan dukungan terhadap kerja sama tersebut, jelas Paputi.

Menurut Wakil Rektor, Koalisi telah menunjukkan komitmennya terhadap Presidensi G20 di Indonesia, khususnya dalam hal kerjasama bilateral dan peluang investasi.

Berita Terkait: Kementerian meninjau pekerjaan renovasi bandara Bali untuk KTT G20

Dia mencatat bahwa G20 tidak hanya menjadi media untuk mengeksploitasi investasi baru dan peluang kerja sama bilateral, tetapi juga platform untuk mengintensifkan hubungan dan menyelesaikan masalah kerja sama antar negara.

READ  Industri tubuh menyerap lebih dari 200.000 pekerja

“Misalnya suatu negara punya proyek, tapi proyeknya mandek, makanya G20 (yang menjadi media) menciptakan solusi dari permasalahan,” kata Paputi.

Lebih lanjut, Indonesia berkomitmen untuk memastikan bahwa kepresidenan G20 yang saat ini dipegangnya bermanfaat tidak hanya bagi sektor domestik, tetapi juga negara lain, termasuk pulau kecil dan negara-negara Afrika.

“Itulah sebabnya kami mengundang pulau-pulau kecil dan negara-negara Afrika (ke forum G20) dan kami berharap mereka mendapat manfaat darinya,” kata wakil kementerian.

Berita Terkait: Pelabuhan Sanur diharapkan selesai sebelum KTT G20: Walikota

Berita Terkait: 2022 G20: Papua Barat mempersiapkan KTT Y20 ke-4