POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Masyarakat Indonesia memilih untuk memilih pengganti Joko Widodo

Masyarakat Indonesia memilih untuk memilih pengganti Joko Widodo

Buka Intisari Editor secara gratis

Masyarakat Indonesia mulai melakukan pemungutan suara pada hari Rabu untuk memilih pengganti Presiden Joko Widodo, dengan seorang mantan jenderal memimpin perlombaan untuk memimpin negara yang kaya sumber daya dan demokrasi yang sedang berkembang.

Presiden baru ini akan memimpin Indonesia yang telah menjadi perhatian investor asing oleh Widodo dengan melakukan reformasi ekonomi selama 10 tahun masa kekuasaannya dan menjadikannya pemain penting dalam ambisi transisi energi global.

Prabowo Subianto, mantan jenderal dengan masa lalu militer yang kontroversial dan berjanji untuk mempertahankan kebijakan Widodo, adalah kandidat terdepan dalam persaingan tiga kubu, dengan jajak pendapat menunjukkan dukungannya hanya di atas 50 persen, ambang batas yang diperlukan untuk memenangkan pemilu. dan menghindari limpasan air pada bulan Juni.

Widodo, yang dikenal sebagai Jokowi, secara konstitusi dilarang mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga.

“Jokowi telah memberikan kontribusi yang sangat baik terhadap perekonomian dan kita harus melanjutkannya. Saya akan memilih dia lagi jika saya bisa,” kata Muhammad, 27 tahun, yang menolak menyebutkan nama lengkapnya. . [Widodo’s] kebijakan, dan itulah mengapa itu adalah pilihan saya.”

Widodo telah menghabiskan banyak uang untuk infrastruktur yang menghubungkan kepulauan dengan 17.500 pulau, memperkenalkan reformasi yang membuat negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini lebih ramah terhadap investor, dan menggunakan cadangan nikel Indonesia yang sangat besar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik.

Yang juga dipertaruhkan adalah kekuatan demokrasi, yang terbentuk setelah kerusuhan berdarah yang menggulingkan mendiang otokrat Suharto pada tahun 1998. Para analis dan aktivis politik telah menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai rekam jejak Prabowo di militer, pencalonan putra Widodo sebagai wakil presiden, dan kasus yang sedang berjalan. . Dukungan pemimpin untuk mantan jenderal.

READ  Market Size Excavator Crawler Indonesia dari segi volume mencapai 11.944 unit pada tahun 2027

Lebih dari 204 juta masyarakat Indonesia terdaftar sebagai pemilih dengan menusuk pin pada kertas suara di 38 provinsi di Indonesia. Masyarakat Indonesia juga akan memilih wakil presiden dan legislator nasional dan daerah.

Sebelum pemilu, Prabowo unggul 25-30 poin atas dua kandidat lainnya, mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan mantan Gubernur Jawa Tengah Jangar Pranowo, meskipun jajak pendapat mengatakan pemilihan putaran kedua masih mungkin dilakukan.

Prabowo, yang pernah bertugas di militer pada masa pemerintahan Soeharto, telah berusaha memperbaiki citranya. Pria berusia 72 tahun ini diberhentikan dari militer pada tahun 1998 setelah dituduh memerintahkan penculikan lebih dari dua lusin aktivis pro-demokrasi di Jakarta, banyak di antara mereka dikhawatirkan tewas. Dia membantah tuduhan tersebut.

Prabowo telah menarik perhatian masyarakat muda melalui kampanye media sosial yang luas. Lebih dari separuh pemilih yang berhak memilih di Indonesia berusia di bawah 40 tahun. Wakilnya dan putra Widodo, Gebran Rakabuming Raka, 36 tahun, telah membantu memperluas permohonannya.

Gebran diizinkan mencalonkan diri sebagai wakil presiden setelah ada keputusan yang dikeluarkan tahun lalu oleh Mahkamah Konstitusi, yang dipimpin oleh menantu Widodo. Widodo, yang berkuasa sebagai pahlawan anti kemapanan, kini dituduh membangun dinasti dan berusaha mempertahankan kendali setelah masa jabatannya berakhir pada bulan Oktober. Dia menolak saran tersebut.

Widodo melangkah lebih jauh dibandingkan presiden Indonesia mana pun dalam menunjukkan dukungannya terhadap penggantinya, dan mengatakan bahwa melanjutkan kebijakannya sangat penting agar Indonesia bisa menjadi salah satu dari empat negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2045 dari posisinya saat ini sebagai negara dengan perekonomian terbesar ke-16.

“Pemilu ini adalah ujian demokrasi,” kata Arya Fernandes, kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial di Pusat Kajian Strategis dan Internasional Indonesia. “Kita menghadapi situasi sulit dimana ada kecenderungan presiden petahana menggunakan kekuasaannya untuk mendukung Prabowo dibandingkan bersikap netral.”

READ  Reformasi Badan Usaha Milik Negara di Indonesia: Bagaimana Orang Cina? - Opini

Widodo membela dukungan implisitnya terhadap Prabowo dengan mengatakan bahwa undang-undang tersebut mengizinkan presiden untuk menyelenggarakan kampanye pemilu.

Komisi Pemilihan Umum dijadwalkan mengumumkan hasil resminya pada Maret mendatang. Namun lembaga survei swasta yang tersebar di seluruh negeri akan memperkirakan hasilnya berdasarkan pengambilan sampel. Penghitungan cepat (quick count) ini sudah bisa diandalkan di masa lalu, dan akan dirilis segera setelah pemungutan suara berakhir pada pukul 6 pagi GMT.