Massachusetts Institute of Technology Collaborative Innovation, sebuah lembaga pemerintah, telah menganugerahi Harvard $3 juta untuk mendukung pengembangan robot dan teknologi yang dapat dipakai generasi berikutnya.
Pendanaan, diumumkan dalam siaran pers pada 2 Maret, akan mendukung empat proyek penelitian di bawah inisiatif Harvard dan Universitas Boston untuk mengkomersialkan penelitian pada perangkat medis untuk pemulihan stroke, pencegahan cedera dan metode rehabilitasi lainnya.
Proyek penelitian berlokasi di Fakultas Teknik dan Ilmu Terapan Universitas Harvard dan Fakultas Ilmu Kesehatan dan Rehabilitasi Universitas Boston.
Para peneliti dari kedua sekolah akan berkolaborasi di Harvard Move Lab, sebuah inisiatif SEAS yang menyatukan para insinyur, dokter, dan peneliti dari berbagai disiplin ilmu.
“Hal yang menjadi fokus kami adalah melakukan penelitian yang menarik ini dan menempatkan kematangan teknis di belakangnya yang penting untuk membawanya dari lab ke aplikasi dunia nyata,” kata David Perry, direktur eksekutif Harvard Move Lab. “Jadi kami fokus menerjemahkan penelitian yang bisa membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat.”
Proyek ini juga mencakup dua mitra industri, Rewalk Robotics dan Imago Rehab, yang keduanya mengembangkan teknologi untuk membantu mereka yang memiliki masalah mobilitas.
Imago Rehab, sebuah startup yang tumbuh dari lab Biodesign Harvard satu tahun lalu, bertujuan untuk mengembangkan layanan “rehabilitasi jarak jauh” yang menggunakan teknologi yang dapat dipakai untuk membantu individu dengan kondisi neurologis dari jarak jauh, menurut pemimpin program klinis Kristin Noculls.
“Lebih dari 5 juta orang Amerika hidup dengan beberapa derajat kelumpuhan ekstremitas atas setelah stroke dan kami berharap dapat meningkatkan kehidupan banyak orang dalam populasi ini dengan solusi unik kami,” tulis Noculls.
Noculls menambahkan bahwa hibah dan kolaborasi dengan Harvard Moven Laboratory akan memungkinkan Imago Rehab untuk melisensikan teknik baru untuk rehabilitasi stroke ekstremitas atas.
Dalam siaran pers SEAS, Gubernur Massachusetts Charlie D. Becker79 memuji pekerjaan para peneliti Massachusetts, menambahkan bahwa hibah terbaru ini akan meningkatkan perawatan pasien di seluruh dunia.
“Massachusetts adalah pemimpin global dalam teknologi dan perawatan kesehatan karena dukungan kami untuk penelitian penting, kemampuan untuk meningkatkan jaringan kemitraan kami, dan fokus kami yang berkelanjutan untuk mendorong inovasi,” tulisnya.
“Dengan sumber daya tambahan ini, kami dapat bergerak maju dengan pengembangan alat bantu baru yang akan memiliki aplikasi untuk pasien di seluruh dunia,” tambah Becker.
—Penulis Felicia dapat dihubungi di [email protected].
—Penulis James R. Jolin dapat dihubungi di [email protected].

Yoga Mahendra adalah penulis di Pospapua.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pelaporan yang informatif dan relevan, Yoga menghadirkan berita serta cerita yang dekat dengan kebutuhan dan minat pembaca, sambil mengedepankan fakta dan konteks yang penting.

More Stories
Penyegaran Generasi Kedua Prosesor Komputasi Qualcomm Muncul dalam Peta Pengembangan Produsen Perangkat
Apple Umumkan macOS 27 Golden Gate dengan Kecerdasan Buatan Siri dan Tampilan Antarmuka Baru
Ulasan Amazfit T-Rex Ultra 2: Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai Panjang