Louisiana Tech University, College of Engineering and Science (COES) dan Institute for Micromanufacturing (IfM) bersiap untuk meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi teknologi pertahanan melalui hibah Departemen Pertahanan (DoD) AS senilai $1,3 juta selama dua tahun. Pendanaan tersebut, yang diberikan oleh Kantor Penelitian Sponsor Angkatan Udara, akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan bahan pelapis baru untuk elektronik militer yang digunakan dalam komunikasi, komputasi, dan sistem tenaga.
Sistem elektronik yang penting bagi operasi pertahanan saat ini harus tahan terhadap lingkungan yang keras – seperti suhu tinggi dan elemen korosif – yang biasanya menyebabkan degradasi komponen standar.
Bala “Ramo” Ramachandran, peneliti utama proyek, wakil presiden asosiasi untuk penelitian, dan dekan Louisiana Tech Graduate School; Dr Arden Moore, Direktur Institut Mikromanufaktur; Colin Wick, dekan Fakultas Teknik dan Sains, memimpin upaya untuk mengembangkan lapisan pelindung yang lebih tahan lama guna memperpanjang masa pakai perangkat di lingkungan yang keras seperti itu.
Penelitian ini akan dilakukan di Micromanufacturing Institute, sebuah pusat penelitian yang diakui secara nasional dengan sejarah memimpin pengembangan solusi inovatif untuk pemerintah dan mitra komersial. Hibah ini akan mendanai penambahan kapasitas fasilitas ruang bersih IfM, dan akan meningkatkan kapasitas pengemasan mikroelektronik bekerja sama dengan mitra industri.
“Upaya kami di sini tidak hanya akan melindungi teknologi pertahanan penting namun juga akan membuka jalan menuju peningkatan terobosan di berbagai sektor,” kata Ramachandran.
Wick pun mengungkapkan antusiasmenya terhadap proyek tersebut.
“Hibah ini akan membantu kami mendorong batasan mikroelektronika, mendukung militer AS, dan membuka peluang keduanya bagi mahasiswa Louisiana Tech,” katanya.
“Dengan keberhasilan hibah ini, kita akan dapat mendefinisikan kembali bagaimana material mikroelektronik dikembangkan dan diintegrasikan, memastikan material tersebut dapat bertahan terhadap tuntutan ketat misi pertahanan di seluruh dunia,” tambah Moore. “Peningkatan ini akan secara signifikan memperpanjang umur operasional peralatan elektronik militer yang penting.”
Komitmen Louisiana Tech terhadap proyek ini menggarisbawahi perannya sebagai kontributor penting bagi kemajuan keamanan nasional dan sebagai pemimpin dalam inovasi ilmu material.
Cari tahu bagaimana inovasi di IfM mendorong masa depan teknologi dan kunjungi situs web pusat tersebut untuk mengetahui perkembangan penelitian terkini.
Tentang Universitas Teknologi Louisiana dan Institut Mikromanufaktur:
Louisiana Tech ditunjuk sebagai Lembaga Penelitian Carnegie (R2) yang sangat aktif dan dikenal karena menyediakan pendidikan teknik dan sains yang unik dan penuh pengalaman yang mempersiapkan siswa untuk sukses dalam dunia kerja yang berubah dengan cepat. Microfabrication Institute adalah fasilitas penelitian mutakhir yang didedikasikan untuk pengembangan teknologi mikro dan nano, dan memainkan peran penting dalam upaya universitas untuk berinovasi dan meningkatkan bahan dan perangkat mikroelektronik.

Yoga Mahendra adalah penulis di Pospapua.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pelaporan yang informatif dan relevan, Yoga menghadirkan berita serta cerita yang dekat dengan kebutuhan dan minat pembaca, sambil mengedepankan fakta dan konteks yang penting.

More Stories
OpenAI Luncurkan Perangkat Keras Pertama, Keyboard Mini untuk Mengendalikan Agen AI
Penyegaran Generasi Kedua Prosesor Komputasi Qualcomm Muncul dalam Peta Pengembangan Produsen Perangkat
Apple Umumkan macOS 27 Golden Gate dengan Kecerdasan Buatan Siri dan Tampilan Antarmuka Baru