POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Kolaborasi yang kuat adalah kunci pemulihan ekonomi di BIMP-EAGA: Djokovic

Penguatan kerja sama adalah kunci untuk mengatasi epidemi dan memulai pemulihan ekonomi.

JAKARTA (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Djokovic) menilai peningkatan kerja sama dalam kerangka Kawasan Pengembangan ASEAN Timur Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina (BIMP-EAGA) sangat penting bagi pemulihan ekonomi kawasan.

Berbicara pada KTT BIMP-EAGA ke-14 yang diadakan hampir secara eksklusif dari Istana Kepresidenan Pogor di Jawa Barat pada hari Kamis, Presiden mencatat bahwa “penguatan kerja sama penting untuk memerangi epidemi dan memulai pemulihan ekonomi.”

Indonesia saat ini sedang memimpin KTT BIMP-EAGA. Sebagai Ketua Rapat, ia mencatat bahwa BIMP-EAGA telah menjalin kerja sama yang kuat di beberapa bagian Asia Timur sejak dimulai pada tahun 1994.

Dia mencatat bahwa BIMP-EAGA telah berkontribusi pada pengembangan ekonomi sub-regional dengan meningkatkan konektivitas dan daya saing di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi.

“Namun, upaya kami menghadapi tantangan besar selama epidemi. Kami telah kehilangan hampir dua tahun untuk mencapai berbagai tujuan dalam visi BIMP-EAGA 2025, terutama untuk menciptakan kawasan yang tangguh, inklusif, berkelanjutan dan kompetitif dengan fokus pada hijau. industri, pertanian dan pariwisata,” katanya.

Berita Terkait: ASEAN + 3: Widodo fokus pada tiga cara untuk memperketat ketahanan kesehatan

Negara-negara berkembang di Asia dan Asia Tenggara menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi.

Asian Development Bank (ADP) memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia akan mencapai 7,1 persen pada 2021 dan 3,1 persen di Asia Tenggara pada 2021.

Melalui pertemuan ini, Presiden menyampaikan harapan agar visi BIMP-EAGA 2025 dapat dipertukarkan dan para Kepala Negara dapat bertukar pandangan tentang perlunya kerjasama yang semakin kuat untuk membantu menghidupkan kembali perekonomian yang tertinggal dari negara lain selama ini. dua tahun.

READ  9.000 selebaran mungkin mati lemas lagi di Indonesia

“Saya berharap pagi ini kita bisa bertukar pikiran untuk mencapai visi BIMP-EAGA 2025 melalui kolaborasi yang inovatif dan sangat efektif, efisien, produktif dan saling menguntungkan,” tegasnya.

Berita Terkait: Djokovic serukan saling menghormati di KTT ASEAN-China