POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

KKP akan menampilkan produk sampingan dari ekonomi biru di Expo 2020 Dubai

KKP akan menampilkan produk sampingan dari ekonomi biru di Expo 2020 Dubai

Pengunjung Paviliun Indonesia akan menikmati area pameran bergulir yang menampilkan produk-produk UKM siap ekspor

Dubai, Uni Emirat Arab, 24 November 2021 /EINPresswire.com/ – Kementerian Kelautan dan Perikanan (PKC) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan sektor perikanan. Dari mempromosikan barang-barang unggulan berorientasi ekspor di sisi utama hingga berpartisipasi dalam berbagai pameran internasional. KKP baru-baru ini minggu ini menawarkan berbagai kemungkinan serta produk seafood Indonesia untuk Paviliun IndonesiaIni adalah bagian dari Program Seafood Indonesia di Expo 2020 Dubai.

Melalui Expo 2020 Dubai, General Manager Penguatan Daya Saing Produk Hasil Laut dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiyarty mengungkapkan, KKP berupaya meningkatkan brand seafood Indonesia di mata dunia. Komoditas yang ditawarkan antara lain produk premium seperti udang, lobster, lobster dan tuna. Ia menjelaskan, untuk saat ini seafood Indonesia menjadi primadona di berbagai negara.

“Dia tidak salah. Ini adalah kesempatan luar biasa untuk menarik pembeli dan investor dari seluruh dunia,” kata Artati saat berkunjung ke Dubai. Artati menambahkan, dalam acara ini sendiri, KKP juga akan memamerkan implementasi ekonomi biru kepada masyarakat luas. Dimulai dengan kebijakan resminya tentang penangkapan ikan yang terukur; Terbukti dari berbagai produk yang ditawarkan yang memiliki label berkelanjutan, menerapkan budidaya yang stabil dan tanggung jawab sosial dengan standar internasional untuk menciptakan lingkungan yang ideal bagi Indonesia untuk menghasilkan udang berkualitas tinggi untuk dijual secara global.

Selain ekonomi biru, Indonesia juga berkomitmen untuk memerangi illegal, unreported, dan unregulated fishing terkait dengan regulasi negara tentang penangkapan ikan tuna. Indonesia terdaftar sebagai anggota RFMOS dan terlibat dalam pengembangan ASEAN Tuna Ecolabel. Belum lagi tuna Indonesia selalu diproses mengikuti regulasi nasional dan internasional hingga diterima di negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Asia Tenggara, Timur Tengah dan Italia.

READ  Menpar: Perekonomian Bali menunjukkan tanda-tanda pemulihan

“Hingga hari ini, terdapat lebih dari 200 tanaman tuna Indonesia yang telah tersertifikasi Good Manufacturing Practices dan standar HACCP. Beberapa di antaranya juga telah tersertifikasi MSC, ISO 22000, dan Kosher,” kata Artati.

Dalam pameran ini, pengunjung dari berbagai negara akan berkesempatan mencicipi kuliner perpaduan seafood dan rempah-rempah Indonesia. Ini termasuk piring tuna spesial lengkap dengan saus nasi goreng, udang, kepiting, dan siput kalengan sebagai bagian dari penawaran Spice Up The World Indonesia.

“Di Paviliun Indonesia juga akan ditampilkan kosmetik berbahan dasar rumput laut serta berbagai kerajinan unik berbahan dasar kerang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trigono menyempatkan diri mengikuti pembukaan Hari Nasional di Expo 2020 Dubai. Tindakan ini juga merupakan bagian dari sela-sela perjalanan bisnisnya yang panjang ke Eropa dan Timur Tengah beberapa waktu lalu.
Expo 2020 Dubai akan digelar mulai 1 Oktober 2021 hingga 31 Maret 2022. Pameran internasional ini merupakan event terbesar ketiga di dunia setelah Olimpiade dan Piala Dunia. Pameran Dunia ke-34 yang akan diadakan di Dubai akan menjadi yang pertama di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan (MEASA).

petugas penghubung media
Paviliun Indonesia
Email kami di sini
Kunjungi kami di media sosial:
Situs jejaring sosial Facebook
Indonesia