POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Kenaikan harga bahan bakar dapat menggagalkan pemulihan ekonomi: Ekonom

Tempo.co, JakartaPemulihan ekonomi Indonesia dapat dipengaruhi oleh peningkatan subsidi harga bahan bakarBhima Yudhisthira, Direktur Center for Economic and Legal Studies (CELEOS) berpendapat.

Dia mengatakan hal itu karena kenaikan harga Bertalite dan solar akan menyebabkan inflasi yang lebih tinggi. Jika tingkat inflasi tinggi dan penyerapan tenaga kerja terganggu, Indonesia bisa mengikuti negara lain dan memasuki fase stagnasi.

“Akibatnya, target pemulihan ekonomi pemerintah bisa meleset,” kata Bhima kepada Tempo, Selasa, 23 Agustus 2022.

Dia menjelaskan, kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak pada masyarakat miskin, tetapi juga masyarakat menengah karena banyak yang bermigrasi dari Pertamax (RON 92) ke Pertalite (RON 90).

Menurut data APBN, penyerapan subsidi energi mencapai Rp88,7 triliun pada Januari-Juli 2022, kata ekonom, sedangkan APBN sebesar Rp106,1 triliun atau 0,57 persen dari PDB, atau 0,57 persen dari PDB. Selama bulan Juli.

Bhima berpendapat bahwa ini berarti pemerintah menikmati harga minyak mentah yang lebih tinggi untuk meningkatkan penerimaan negara. “Kenapa subsidi energi tidak diprioritaskan? Seharusnya tidak ada tanda-tanda bahwa pemerintah tidak berniat mengurangi anggaran secara signifikan dengan mengorbankan subsidi energi non-darurat dan mengorbankan energi,” tambahnya.

Bhima juga berpendapat bahwa pemerintah dapat mengubah aturan untuk mencegah kebocoran subsidi solar yang dinikmati oleh industri skala besar. Dengan ini, pemerintah bisa menghemat biaya subsidi karena 93 persen solar bersubsidi atau solar.

“Daripada menaikkan harga Bertalite dan solar, lebih baik menahan kebocoran solar bersubsidi pada truk pengangkut hasil tambang dan sawit,” kata Bhima seraya menambahkan, pemerintah bisa menekan belanja infrastruktur.

“Tolong pertimbangkan ini dengan hati-hati,” kata Bhiman. Setelah inflasi volatile food menyentuh hampir 11 persen pada Juli 2022, pemerintah harus memikirkan kesiapan masyarakat miskin menghadapi kenaikan harga BBM.

READ  Pejabat AIIMS mengklarifikasi bahwa dunia bawah tanah Don Chota Rajan telah meninggal dunia karena Pemerintah 19

Riani Sanusi Putri

Klik disini Dapatkan update berita terbaru dari Tempo di Google News