POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Kementerian PUPR akan bangun bendungan pertama di Sulawesi Barat: Resmi

Kementerian PUPR akan bangun bendungan pertama di Sulawesi Barat: Resmi

JAKARTA (ANTARA) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah menggarap pembangunan Bendungan Putang-Putang di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, yang merupakan bendungan pertama di provinsi tersebut.

Pembangunan Bendungan Putang-Putang merupakan bagian dari Rencana Strategis Nasional (PSN), demikian rilis yang dirilis Minggu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan tersebut akan dibarengi dengan pembangunan jaringan irigasi.

Oleh karena itu, bendungan yang dibangun dengan biaya tinggi akan memberikan manfaat bagi petani karena air akan mengalir ke tanaman padi mereka,” ujarnya.

Bendungan Putang-Putang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III di bawah Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PUPR dalam rangka peningkatan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) seluas 3.577 hektar. Kapasitas penyimpanannya mencapai 65,18 juta meter kubik.

Ketua BWS Sulawesi III Dedi Yudha Lesmana, kontrak pembangunan bendungan itu ditandatangani pada 8 Desember 2020. Sedangkan pembangunan bendungan dimulai pada September 2023.

“Pembangunan bendungan pertama di Sulbar masih dalam tahap penyelesaian dengan progres fisik 27 persen,” kata Lesmana.

Rp 1,02 triliun untuk pembangunannya.

Kementerian mencatat Bendungan Putang-Putang akan menerima 410 liter air per detik.

Bendungan ini dianggap bermanfaat bagi wilayah tersebut karena wilayah pusat Mamuju diperkirakan akan mengalami pertumbuhan signifikan baik di bidang pertanian lahan basah maupun industri, yang semuanya membutuhkan air baku. Bendungan akan menjadi sumber daya utama untuk kegiatan ini.

Pembangunan bendungan tersebut juga diperlukan untuk mengendalikan banjir di 60 persen wilayah rawan bencana di Kecamatan Putang-Putong, Doboyo, dan Karossa dari 341,59 meter kubik per detik menjadi 106,76 meter kubik per detik. Laporan jurnal.

Kabupaten Mamuju Tengah dilintasi oleh tujuh sungai yaitu Putang-Putong, Lumu, Karama, Karosa, Bengalu, Kamansi dan Bangajong, yang bermuara di Selat Mahasar.

READ  G20 Percepat Tunjukkan Kesiapsiagaan Risiko Bencana Bali: Resmi

Sungai Salulepo yang merupakan anak sungai Putang-Putang akan dibendung menjadi Bendungan Putang-Putang.

Kabupaten Mamuju Tengah memiliki luas wilayah 306.527 km2, dimana 38 persen didominasi oleh lahan gersang dan 24 persen merupakan lahan gersang sekunder.

Kabupaten ini terdiri dari lima kecamatan dengan produksi padi, kelapa sawit, kakao, kelapa, jeruk, kopi, tanaman obat, dan nilam yang tinggi.

Cerita terkait: Jokowi menyerukan penggunaan air secara berkelanjutan sebagai sumber energi Indonesia

Berita terkait: Bendungan baru Sulawesi Utara untuk mencegah banjir di Manato: Presiden