POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Kemenperin dan Wilayah Jawa Barat Pamerkan Industri 4.0 dan Ekonomi Kreatif Indonesia

Kemenperin dan Wilayah Jawa Barat Pamerkan Industri 4.0 dan Ekonomi Kreatif Indonesia

Dubai, Uni Emirat Arab, 28 Oktober 2021 /EINPresswire.com/ — NS Kementerian Perindustrian kamu akan menyegarkan Paviliun Indonesia Pada acara Expo 2020 Dubai dengan menghadirkan roadmap menuju Making Indonesia 4.0 yang diluncurkan oleh Presiden RI sendiri, Joko Widodo pada 4 April 2018 di depan khalayak dunia. Roadmap ini merupakan inisiatif percepatan pengembangan beberapa industri untuk mempersiapkan bangsa memasuki era baru Industri 4.0, yang berfokus pada 7 sektor industri: Makanan dan Minuman, Tekstil dan Fashion, Otomotif, Kimia, Elektronik, Farmasi, dan Obat-obatan. . persediaan.

Memasuki pekan keempat Expo 2020, Paviliun Indonesia akan menampilkan perkembangan progresif dan penerapan Industri 4.0, industri Halal, serta ekonomi kreatif dunia. Melalui Expo, Indonesia mampu menampilkan berbagai potensi dalam bentuk produk atau proyek unggulan nasional untuk masa depan yang lebih baik. “Ini merupakan kesempatan besar bagi Indonesia untuk menjalin kemitraan bisnis baru dan menarik banyak investor di seluruh dunia,” kata Komisaris Jenderal Paviliun Indonesia, Didi Sumidi.

Dalam roadmap Making Indonesia 4.0, ada sejumlah inisiatif nasional yang akan dibahas secara luas di Expo 2020 Dubai. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga akan menampilkan potensi peluang dan strategi investasi, serta pengembangan dan potensi industri halal melalui serangkaian acara forum bisnis yang terutama membahas peningkatan rantai nilai global dalam partisipasi Indonesia dalam industri halal, pembiayaan industri halal dan logistik di Indonesia, untuk mengenali pelabelan Halal, sertifikasi, serta standar halal dan promosi produk UKM bersertifikat halal pada rolling fair yang indah di Pavilion.

“Kesempatan untuk menyoroti roadmap menjadikan Indonesia 4.0 dan kawasan industri sebagai lokasi investasi strategis ini juga merupakan cara untuk menunjukkan kesediaan Indonesia dalam penerimaan secara eksplisit terhadap investasi asing yang berlaku di setiap negara di dunia, termasuk industri halal. penyelenggaraan forum bisnis pameran bergilir yang memuat informasi. Berbeda dengan partisipasi Indonesia dalam industri halal, hal ini membuka peluang untuk menarik banyak peluang investasi dan ekspor produk halal Indonesia.” Kata Agus Gumwang Kartasmita, Menteri Perindustrian.

READ  Vietnam, Indonesia berharap dapat memperkuat kerjasama kesehatan, ekonomi dan pariwisata | Masyarakat

Indonesia menempati urutan sebagai negara muslim terbesar di dunia yang dikenal hingga saat ini. Dengan 87,2% dari 268 juta, penduduk Indonesia mewakili 13% dari populasi Muslim dunia. Hal ini membuat kebutuhan dasar halal di Indonesia sangat besar, dan negara memiliki peluang yang sangat besar untuk mengembangkan industri halal lebih lanjut. Ekspor halal Indonesia ke negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menduduki peringkat ketiga dengan total 10,7%, nilai yang lebih tinggi dari ekspor Indonesia ke pasar dunia yang hanya terakumulasi 3,8% (7,6 juta USD)

Jaffa Barat Paviliun Desainer Terkenal Warna Indonesia
Di sini juga jajaran Pemprov Jabar menghidupkan kembali Paviliun Indonesia dengan pameran berbagai produk lokal, antara lain tekstil, batik, dan bordir. Beberapa dari sekian banyak kain yang ditawarkan, seperti Tenun Majalaya, merupakan tenunan tangan dan tergolong Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Proses menenun sendiri memiliki estetika yang pasti, menciptakan nilai jual yang dapat bersaing di era mode modern dan berkembang menjadi tren saat ini.

Rajutan bervariasi ini dirancang, dari gaun Islami hingga pakaian kasual yang bisa dipakai semua pria dan wanita. Para desainer di balik busana tersebut tak lain adalah Ria Baraba, Dickie Sastra, Inez Kattanori, Harry Ibrahim dan Didin Siswanto. Beberapa dari desainer ini telah memasuki industri mode global, dari Paris Fashion Week hingga New York Fashion Week.

“Aneka busana busana merupakan salah satu dari sekian banyak produk kerajinan unggulan di Jawa Barat dan memiliki nilai ekonomi tinggi yang diklaim berpeluang di kancah internasional. Seperti kita ketahui bersama, Jawa Barat dikenal luas dengan tunik (kain) di seluruh penjuru dunia. dunia,” kata Muhammad Radwan. Kamil, Gubernur Provinsi Jawa Barat, “Semua pakaian anggun ini adalah sebagian karya terbaik anak bangsa, dan beberapa di antaranya pernah menorehkan prestasi luar biasa di masa lalu, yang berujung pada perannya di dunia. peragaan busana.”

READ  Indonesia, Afrika Selatan, dan Meksiko Dukung Usulan Reformasi Pajak Global G7 - Bisnis

petugas penghubung media
Paviliun Indonesia
[email protected]
Kunjungi kami di media sosial:
Situs jejaring sosial Facebook
Indonesia