POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Kaden, BI Rencanakan Tujuan Ekonomi 2045 Di Tengah Kekhawatiran Rupee |  Dari dalam

Kaden, BI Rencanakan Tujuan Ekonomi 2045 Di Tengah Kekhawatiran Rupee | Dari dalam

Pimpinan senior Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Bank Sentral Indonesia (BI) bertemu pada Selasa 25 Juni 2024 untuk membahas strategi mencapai “ekonomi emas” pada tahun 2045, sekaligus mengatasi tantangan perekonomian saat ini. Termasuk melemahnya rupee.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Caden menyebutkan bahwa Gubernur BI, Perry Warjiyo, datang untuk membahas pertumbuhan ekonomi nasional saat ini dan masa depan dengan para pejabat senior organisasi tersebut.

“Indonesia membutuhkan tingkat pertumbuhan ekonomi sekitar 6 hingga 7 persen untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah,” kata Kadin, Selasa.

Pelemahan rupee terhadap dolar AS telah menimbulkan kekhawatiran karena potensi dampaknya terhadap perekonomian lokal. Data BI menunjukkan rupee telah terdepresiasi lebih dari 6 persen sepanjang tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti beberapa dampak negatif pelemahan rupee terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Dampaknya terhadap belanja pemerintah yang menggunakan mata uang asing, seperti subsidi listrik, bahan bakar, dan bahan bakar gas cair,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin.

Subsidi tersebut saat ini menyimpang dari asumsi makroekonomi tahun ini. Selama sepekan terakhir, rupee melemah hingga Rp 16.400 terhadap dolar AS, sedangkan kebijakan moneter tahun 2024 menetapkan nilai tukar sebesar Rp 15.000 terhadap dolar AS.

Sri Mulyani mengatakan, selisih subsidi akibat melemahnya rupee akan ditagihkan ke pemerintah oleh perusahaan minyak dan gas negara PT Pertamina dan perusahaan listrik negara PT PLN.

“Setiap triwulan kami minta BPKP (Pengawas Keuangan Pembangunan) melakukan audit, dan kami bayar sesuai kemampuan negara,” ujarnya.

Belanja subsidi energi saat ini masih sejalan dengan rencana APBN tahun 2024 yang berjumlah 300 triliun rupiah (US$18 miliar).

Analis ekonomi politik Kosviardi dari Fine Institute mencatat devaluasi rupee dapat mengurangi pendapatan ekspor negara, sehingga secara signifikan mempengaruhi aliran pendapatan dan pengeluaran tahun depan.

READ  Bangladesh untuk kesimpulan awal dari perjanjian perdagangan preferensial yang komprehensif dengan Indonesia

“Meski harga komoditas ekspor seperti minyak dan batu bara naik, pendapatan pemerintah dalam mata uang rupee bisa terkikis,” kata Cosviardi, Selasa.

Ia menekankan bahwa diversifikasi ekspor sangat penting untuk memitigasi risiko akibat fluktuasi mata uang asing.

“Dengan melemahnya nilai tukar rupiah secara signifikan, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional,” ujarnya.