POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Indonesia Terapkan Kecerdasan Buatan untuk Percepat Ekonomi dan Transformasi Digital - OpenGov Asia

Indonesia Terapkan Kecerdasan Buatan untuk Percepat Ekonomi dan Transformasi Digital – OpenGov Asia

Di tengah merebaknya COVID-19, Wakil Menteri Keuangan Suhasil Nazara meyakini teknologi digital akan mendominasi dunia kerja di masa depan. Dia menekankan bahwa kementerian mengadakan beberapa diskusi tentang masa depan pekerjaan di Indonesia. Menurut Nazara, pandemi telah mempercepat adopsi masyarakat terhadap teknologi informasi dan komunikasi digital. Akibatnya, teknologi digital telah merasuki hampir setiap aspek kehidupan.

Wamenkeu mencermati keberadaan sistem ekonomi digital yang meliputi e-commerce, e-education, financial technology (fintech), e-government dan e-health, seperti aplikasi “PeduliLindungi”. Dia menjelaskan, “Sekarang banyak tugas yang dilakukan dengan bantuan teknologi dan bahkan pemerintah telah menetapkan dan mengeluarkan peraturan yang menguraikan bagaimana orang tidak harus saling bertemu.”

Ini luar biasa Mendorong Pemerintah harus terus membangun infrastruktur dan mengadopsi aturan dan regulasi untuk membantu menumbuhkan ekonomi digital, khususnya industri perbankan digital. Palapa Ring dan Base Transceiver Stations (BTS) dibangun untuk membantu akses Internet untuk menjangkau daerah paling terpencil di tanah air, serta terjauh dan termiskin (3T). Pemerintah juga mempromosikan keuangan digital dan literasi ekonomi, mengklaim bahwa meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat akan membuat mereka mengambil tanggung jawab dan hak yang lebih besar.

Wamenhub juga merujuk pembentukan Satgas Percepatan dan Perluasan Digital Daerah (Satgas P2DD) di beberapa daerah untuk mendorong digitalisasi dan akses masyarakat terhadap keuangan digital. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan Gugus Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) untuk menumbuhkan ekonomi dan keuangan digital bagi masyarakat. percepatan Transisi dan pemulihan di negara ini.

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, mengatakan Kerangka Strategi Ekonomi Digital Nasional dikembangkan dengan mempertimbangkan kompleksitas dan interdependensi multi-kebijakan otoritas pemangku kepentingan.

Menurutnya, pilar utama Rencana Ekonomi Digital Nasional antara lain talenta digital, riset, inovasi, infrastruktur fisik dan digital, serta pendampingan legislatif dan regulasi, yang semuanya ditujukan untuk mencapai tujuan utama mencapai ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan. pertumbuhan.

READ  Sektor bisnis Indonesia memperingatkan risiko PHK dan kebangkrutan karena pembatasan COVID-19 baru

“Kerangka strategis ekonomi digital nasional mencakup tiga strategi lintas sektoral, yaitu mempercepat digitalisasi di bisnis dan industri, menciptakan beragam peluang dalam pengembangan dan konektivitas digital, serta mendorong koordinasi pusat dan daerah,” ujarnya kasar di Indonesia Digital Financial Economy (FEKDI) Festival 2021 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

OpenGov Asia melaporkan bahwa Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handuku mencatat bahwa Indonesia telah memiliki Strategi Kecerdasan Buatan Nasional 2020-2045, tonggak untuk penerapan AI di Indonesia. Ke depan, hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Strategi Kecerdasan Buatan Nasional, menurut Laksana, merupakan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi mutakhir, khususnya kecerdasan buatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas di berbagai industri. BRIN juga mengedepankan penguasaan AI untuk digunakan di berbagai area strategis.

Tujuan utama dari Strategi Kecerdasan Buatan Nasional adalah untuk beralih dari pusat yang digerakkan oleh pemerintah ke pusat yang digerakkan oleh permintaan melalui kemitraan. Pusat Inovasi Kecerdasan Buatan (PIKA) yang pada akhirnya melahirkan KORIKA, didirikan karena Strategi Kecerdasan Buatan Nasional. Hammam menambahkan, pihaknya berupaya menciptakan KORIKA, lembaga yang fleksibel dan terpercaya yang mampu membentuk ekosistem kolaboratif untuk mempercepat penggunaan kecerdasan buatan untuk mencapai visi Indonesia 2045.

Pendiri KORIKA Bambang PS Brodjonegoro melanjutkan, “Sebentar lagi hidup kita akan menuju masyarakat 5.0 di mana AI merupakan bagian penting. Menguasai AI di berbagai bidang sangat penting bagi Indonesia. Saat ini, kita mulai memahami penggunaan AI di berbagai bidang. dan sudah banyak anak bangsa yang melahirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan.