POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Indonesia bantah pembicaraan rahasia dengan Israel

TEMPO.CODan JakartaKementerian Luar Negeri Indonesia membantah laporan Jerusalem Post bahwa negara itu telah mengirim delegasi ke sana Israel untuk kunjungan rahasia, menekankan bahwa menerbitkan tipuan semacam itu adalah cara lama bagi media Israel untuk mendapatkan keuntungan.

“Selama Palestina berada di bawah pendudukan Israel, Indonesia tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” kata Direktur Timur Tengah kementerian itu, Bagus Hendraning Kuparseh. Kecepatan Pada hari Selasa 20 September 2022.

Bagus mengatakan bahwa media Israel sering membuat berita yang tidak berdasar untuk membingkai sebuah isu yang menguntungkan mereka. “Ini belum pernah terjadi dan posisi Indonesia akan selalu sama.”

Sementara itu, juru bicara kementerian Toko Vaizyasyah mengatakan dia tidak tahu siapa pejabat tinggi yang dimaksud artikel itu. Senada dengan Bagus, Vaizasyah menegaskan bahwa posisi Indonesia tidak berubah dan terus mengedepankan “solusi dua negara” sebagai cara untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.

Pada 19 September 2022, Jerusalem Post melaporkan bahwa dua delegasi dari Pakistan dan Indonesia berada di Israel dalam kunjungan rahasia. Dia mengatakan bahwa seorang pejabat senior berada di kepala delegasi Indonesia.

“Laporan kehadiran diplomatik dua negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia di Israel datang di tengah pemanasan baru-baru ini dalam hubungan antara Israel dan Indonesia,” kata laporan itu.

Dia juga mengklaim bahwa kemitraan bilateral antara Indonesia dan Israel di sektor perdagangan dan pariwisata semakin erat setelah serangkaian pertemuan, pernyataan, dan laporan.

Laporan tersebut tidak mengungkapkan rincian tentang pembicaraan tersebut, tetapi mengutip usulan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken mengenai kemungkinan normalisasi hubungan diplomatik antara Indonesia dan Indonesia. Israel Saat rapat dengan pejabat di Jakarta Desember lalu.

READ  Navalny Ally Lyubov Sobol mundur dari balapan Duma setelah Rusia melarang 'ekstremis'

Daniel Ahmad

klik disini Untuk mendapatkan update berita terbaru dari Tempo di Google News