New Delhi: Pemerintah India pada hari Jumat mengumumkan perubahan aturan teknologi informasi (TI) yang akan berlaku untuk perusahaan media sosial, dalam sebuah langkah yang kemungkinan akan dilihat sebagai mengekang perusahaan teknologi besar.
Di bawah aturan yang direvisi, yang akan berlaku mulai 28 Oktober, komisi pemerintah akan dibentuk untuk mendengarkan keluhan pengguna tentang keputusan modifikasi konten untuk platform media sosial.
Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi memiliki hubungan yang tegang dengan beberapa perusahaan teknologi besar, dan New Delhi memperketat peraturan untuk perusahaan seperti Facebook, YouTube dan Twitter.
Ketegangan atas keputusan konten media sosial telah menjadi masalah yang sangat pelik di India di mana perusahaan sering menerima permintaan penghapusan dari pemerintah atau secara proaktif menghapus konten.
Perusahaan media sosial sudah diharuskan memiliki internal grievance handler dan menunjuk eksekutif untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
Di bawah aturan yang direvisi, perusahaan akan diminta untuk mengakui keluhan pengguna dalam waktu 24 jam dan menyelesaikannya dalam waktu 15 hari, atau 72 jam jika penghapusan informasi diminta.
Pada bulan Juni, pemerintah merilis rancangan perubahan UU TI yang mengharuskan perusahaan untuk “menghormati hak yang diberikan kepada warga negara di bawah Konstitusi India” dan mengusulkan pembentukan komisi pemerintah.
Pemerintah India khawatir bahwa pengguna yang tidak puas dengan keputusan untuk menghapus konten mereka tidak memiliki sistem banding yang memadai terhadap keputusan tersebut dan bahwa satu-satunya jalan hukum mereka adalah pergi ke pengadilan.
“Sejumlah perantara (dalam teknologi) telah bertindak melanggar hak konstitusional warga negara India,” kata pemerintah pada bulan Juni, tanpa menyebut nama perusahaan atau hak tertentu.
Komite pemerintah akan terdiri dari seorang ketua dan dua anggota penuh waktu, dua di antaranya akan menjadi anggota independen.

Yoga Mahendra adalah penulis di Pospapua.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pelaporan yang informatif dan relevan, Yoga menghadirkan berita serta cerita yang dekat dengan kebutuhan dan minat pembaca, sambil mengedepankan fakta dan konteks yang penting.

More Stories
Penyegaran Generasi Kedua Prosesor Komputasi Qualcomm Muncul dalam Peta Pengembangan Produsen Perangkat
Apple Umumkan macOS 27 Golden Gate dengan Kecerdasan Buatan Siri dan Tampilan Antarmuka Baru
Ulasan Amazfit T-Rex Ultra 2: Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai Panjang