Kompetisi Tech Arena disponsori dan dirancang oleh Huawei Global Labs dalam kemitraan dengan universitas terkemuka untuk memberi siswa dari seluruh dunia lebih banyak kesempatan untuk bereksperimen dan belajar bagaimana memecahkan masalah dunia nyata.
Liu Shawei, kepala Institut Riset Eropa Huawei, menjelaskan bahwa perusahaan berencana untuk menyelenggarakan 10 kompetisi Tech Arena untuk lebih dari 1.000 siswa selama tahun akademik 2023-2024. Kompetisi ini akan diselenggarakan di beberapa negara, termasuk Prancis, Inggris, Irlandia, Swedia, Jerman, Finlandia, Belgia, Polandia, Swiss, dan Israel.
Presiden Liu Shaoyi berbicara untuk meluncurkan Tech Arena 2023 di VivaTech
Liu juga menegaskan bahwa keikutsertaan Huawei dalam hasil kompetisi Tech Arena sebelumnya merupakan bukti tekad Huawei untuk berinvestasi pada talenta muda. Pada akhir tahun 2022, terdapat lebih dari 5.400 mahasiswa dari lebih dari 52 universitas yang berpartisipasi dalam Tech Arena. Juga, sejauh ini, Huawei telah menyediakan lebih dari $3 juta untuk membuat platform kompetisi ini tersedia bagi pelajar global.
“Hasilnya menunjukkan bahwa semakin banyak anak muda yang benar-benar meningkat dari Tech Arena; ini sejalan dengan niat perusahaan untuk membantu membangun kumpulan bakat yang lebih kuat bagi komunitas lokal,” tambah Liu.
Liu juga telah merilis tema untuk beberapa kompetisi Tech Arena; Kompetisi lain akan mengungkapkan kompetisi mereka di akhir tahun.
- Tech Arena Ireland: Buat asisten data yang andal dan tepercaya menggunakan kekuatan cloud ModelArts untuk membantu mendorong data lake
- Tech Arena France: Memperluas jaringan optik dengan menambahkan serat
- TechArena Switzerland: Gambar RAW beresolusi tinggi
Kontestan Tech Arena akan memiliki kesempatan untuk menguji keterampilan mereka yang mencakup pengkodean, algoritme, matematika, dan teknik untuk memecahkan masalah industri dunia nyata. Kontes akan membagikan hadiah kepada beberapa pemenang.
Dr. Jose R. Calvo memberikan pidato utama tentang peran kompetisi dalam kolaborasi antara industri dan akademisi
José R. Calvo, Kepala Institut Hubungan Internasional di Royal European Academy of Physicians, mencatat: “Kompetisi seperti Tech Arena tidak hanya mempersiapkan siswa untuk pekerjaan masa depan di bidang yang diminati ini, tetapi juga memungkinkan mereka untuk berkontribusi untuk memecahkan beberapa tantangan global terpenting kita.”
Huawei saat ini mengoperasikan jaringan pusat Litbang di Eropa, sebagian besar stafnya adalah peneliti lokal. Pusat ini saat ini bermitra dengan lebih dari 300 universitas dan 900 lembaga penelitian di seluruh dunia untuk pengembangan dan penelitian bakat internasional.
Untuk informasi lebih lanjut tentang kompetisi Tech Arena 2023, silakan kunjungi kami di: https://www.huawei.com/en/seeds-for-the-future/competitions

Yoga Mahendra adalah penulis di Pospapua.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pelaporan yang informatif dan relevan, Yoga menghadirkan berita serta cerita yang dekat dengan kebutuhan dan minat pembaca, sambil mengedepankan fakta dan konteks yang penting.

More Stories
Penyegaran Generasi Kedua Prosesor Komputasi Qualcomm Muncul dalam Peta Pengembangan Produsen Perangkat
Apple Umumkan macOS 27 Golden Gate dengan Kecerdasan Buatan Siri dan Tampilan Antarmuka Baru
Ulasan Amazfit T-Rex Ultra 2: Smartwatch Tangguh dengan Daya Tahan Baterai Panjang