POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Gelembung perjalanan Bintan Batam terbuka untuk feri

JAKARTA, 26 Januari 2022: Presiden Indonesia Joko Widodo telah menyetujui rencana pembukaan kembali pintu wisata antara Kepulauan Riau dan Singapura (Batam Bintan-Singapura (BB-S), 24 Januari, melalui skema travel bubble situs resmi pariwisata Indonesia Travel dilaporkan.

“Presiden sepakat memperkenalkan BB-S travel bubble sebagai prototipe untuk memulai pembukaan ekonomi khususnya pariwisata dalam skema terbatas dan terkendali,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pekan lalu.

Berikut beberapa syarat dan ketentuan bagi wisatawan internasional yang berencana masuk ke Indonesia menggunakan mekanisme travel bubble.

Semua pelancong internasional harus memasuki Terminal Feri Internasional Nongsapura untuk area gelembung perjalanan di Nongsa Sensation di Batam; dan Terminal Feri Bandar Bintan Belani untuk travel bubble area di Lagoi Bintan Resort di Bintan.

Wisatawan harus menunjukkan kartu atau sertifikat (cetak atau digital) yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan dalam bahasa ibu dan bahasa Inggris wisatawan.

Kartu atau sertifikat vaksin juga harus diakui oleh Website Resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau e-HAC International Indonesia.

Wisatawan wajib menunjukkan hasil tes RT-PCR negatif di negara/wilayah asal selambat-lambatnya 96 jam sebelum keberangkatan.

Mereka harus memiliki visa turis yang sah atau izin masuk lainnya dengan pengecualian untuk pelancong internasional dengan kewarganegaraan Singapura.

Mereka harus menunjukkan konfirmasi pemesanan dan pembayaran untuk paket liburan travel bubble di area Lagoi Bintan Resort atau Nongsa Sensation.

Semua warga negara asing harus menunjukkan bukti asuransi kesehatan dengan pertanggungan minimal SGD30.000 untuk menutupi biaya penanganan Covid-19 dan evakuasi medis ke rumah sakit rujukan.

Mereka harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan Bluepass untuk melacak aktivitas mereka di area gelembung perjalanan.

READ  Pentingnya Pembangunan Desa Digital: KSP

Mereka akan menjalani tes RT-PCR setibanya di pintu masuk area travel bubble Batam dan Bintan.

Jika RT-PCR negatif, mereka dapat melanjutkan rencana perjalanan yang dipesan. Pelancong internasional yang dites positif tanpa gejala apa pun atau mengalami gejala ringan harus menjalani isolasi atau perawatan di tempat akomodasi yang ditentukan terpisah dari area gelembung perjalanan yang sepenuhnya didanai sendiri. Jika mereka dinyatakan positif, mereka akan diisolasi dan dirawat di rumah sakit rujukan dengan biaya sendiri.

Selama berada di destinasi travel bubble, wisatawan internasional hanya diperbolehkan berinteraksi dengan turis atau party dalam satu area travel bubble. Mereka hanya boleh melakukan kegiatan di zona yang telah ditentukan seperti yang tercantum dalam rencana perjalanan.

Mereka wajib melapor jika mengalami gejala terkait Covid-19 dan mungkin harus menjalani tes RT-PCR berikutnya.