POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Ekonomi Indonesia akan tumbuh di bawah 4% pada kuartal ketiga: Ekonom

Ekonomi Indonesia akan tumbuh di bawah 4% pada kuartal ketiga: Ekonom

Pertumbuhan pada kuartal ketiga kemungkinan akan jauh lebih rendah daripada pertumbuhan pada kuartal kedua. Kami memperkirakan ekonomi akan tumbuh 4 persen pada kuartal kedua. Pertumbuhan akan lebih rendah pada kuartal ketiga.

Jakarta (Antara) – Ekonom Center for Economic Reform (CORE) Yusuf Randi memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun di bawah 4 persen pada kuartal III akibat pembatasan darurat di Jakarta dan Bali.

“Pertumbuhan pada kuartal III kemungkinan akan jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kuartal II. Kami berharap ekonomi tumbuh 4 persen pada kuartal II. Pertumbuhan akan lebih rendah pada kuartal III,” katanya di Jakarta, Senin. .

Dia mencontohkan, Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) tentunya akan membatasi aktivitas dan konsumsi masyarakat, yang selanjutnya akan berdampak pada kinerja perekonomian nasional.

Dia menjelaskan, “Konsumsi publik merupakan komponen terbesar dari PDB (PDB nasional). Oleh karena itu, ketika dibatasi, itu akan mempengaruhi kinerja ekonomi.”

Berita terkait: Prakiraan pertumbuhan ekonomi RI 3,1-3,3 persen pada semester I 2021

Menurunnya kinerja ekonomi tersebut, kata dia, juga dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di provinsi-provinsi yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

“Karena ekonomi provinsi akan terganggu, saya kira ekonomi nasional akan terpengaruh,” prediksinya.

Dia menambahkan, investasi juga akan terpengaruh dengan penerapan UU Darurat PPKM.

Dia mencatat bahwa konsumsi masyarakat yang lebih rendah di provinsi dengan lebih banyak kasus COVID-19 akan mendorong perusahaan untuk mengurangi kapasitas produksi.

“Ini yang diharapkan pemerintah, termasuk penyiapan bansos dan bantuan lain yang setidaknya meringankan beban masyarakat pada fase darurat PPKM,” sarannya.

Berita terkait: Kepala RI optimis pertumbuhan ekonomi 7% di kuartal II

Berita terkait: Pemulihan ekonomi positif bagi pemerintah tampak

READ  Filipina mempertahankan status berpenghasilan menengah ke bawah di tengah pandemi

Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,1-3,3 persen tahun-ke-tahun untuk paruh pertama tahun 2021, berdasarkan perkiraan kembalinya tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi 7 persen pada kuartal kedua setelah tetap berada di wilayah negatif selama empat kuartal terakhir. .

Dalam konferensi pers usai rapat paripurna kabinet di Jakarta, Senin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti bahwa pemerintah masih mengharapkan pertumbuhan PDB kuartal kedua mencapai 7 persen tahun-ke-tahun karena kemungkinan dampak darurat PPKM. menjadi . terasa pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini.

Pada kuartal I, pertumbuhan ekonomi tercatat -0,7%. Pada kuartal kedua, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen; Jadi rasio realisasi semester I 2021 adalah 3,1-3,3 persen.”

Indrawati meyakini dampak darurat PPKM akan terasa pada kuartal III dan IV tahun ini.

Ia mengatakan, jika target pemerintah untuk menurunkan angka penularan COVID-19 secara efektif tercapai, kemungkinan aktivitas masyarakat akan pulih pada Agustus 2021 karena pelonggaran pembatasan pergerakan masyarakat. Diprediksi, jika hal itu terjadi, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2021 bisa melampaui 4%.

“Namun, jika perpanjangan pembatasan karena COVID-19 tinggi, pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga bisa turun sekitar 4 persen. Dan itu yang harus diwaspadai,” mantan eksekutif Bank Dunia itu memperingatkan.

Berita terkait: Indonesia bersiap untuk mengimpor oksigen saat kasus virus corona meningkat

Berita terkait: APBN Jadi Penggerak Ekonomi Luar Biasa: Menteri

Diedit oleh INE