POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Dubai Chamber membuka kantor baru di Indonesia

Dubai Chamber membuka kantor baru di Indonesia

Dubai International Chamber, salah satu dari tiga kamar yang beroperasi di bawah manajemen Dubai Chambers, telah membuka kantor perwakilan internasional baru di Jakarta, Indonesia. Peluncurannya menjadikan jumlah total kantor global Chamber menjadi 18 kantor yang tersebar di Afrika, Amerika Latin, Eurasia, India, dan China.

Langkah strategis ini hadir dalam prakarsa “Dubai World” yang diluncurkan oleh Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Putra Mahkota Dubai dan Ketua Dewan Eksekutif, dengan tujuan mendirikan 50 kantor perwakilan komersial terintegrasi di seluruh dunia pada tahun 2030.

Kantor-kantor tersebut akan menarik investasi asing, bakat, dan bisnis baru ke Dubai dan memperkuat posisi emirat sebagai salah satu pusat bisnis terkemuka dunia, sekaligus memungkinkan perusahaan yang berbasis di Dubai untuk memperluas bisnis mereka di 30 pasar prioritas di luar negeri.

Pesta pribadi

Kantor tersebut diresmikan dalam upacara khusus di Jakarta dengan partisipasi Bahlil Ladalia, Menteri Investasi Indonesia. Ahmed Ali Al-Sayegh, Menteri Negara di Dewan Menteri. Hussain Bagis, Duta Besar Republik Indonesia untuk Indonesia. Abdullah Salem Al Dhaheri, Duta Besar UEA untuk Republik Indonesia. Bernardino Vega, Wakil Presiden Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia; Dan Hassan Al-Hashemi, Wakil Presiden Hubungan Internasional, Dubai Chambers.

Al-Sayegh berkata: Pendirian kantor perwakilan ini menunjukkan komitmen bersama kami untuk memperkuat hubungan antara kedua negara sahabat kita. Saya ingin mendorong baik perusahaan besar maupun kecil di Indonesia untuk memanfaatkan sumber daya, pengetahuan dan komitmen yang ditawarkan oleh Dubai Chambers untuk mendukung tujuan investasi dan bisnis mereka. Dengan menciptakan kemitraan baru, kami dapat terus membuat kemajuan substantif dalam usaha bersama kami untuk menciptakan masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.”

READ  Tergantung pada sektor jasa, perekonomian Indonesia tumbuh kurang produktif

Mohammed Ali Rashid Lootah, Presiden dan CEO Dubai Chambers, berkomentar: “Indonesia tetap menjadi pasar strategis utama bagi kami, dan langkah ini menciptakan platform penting untuk membangun kemitraan lintas batas dengan salah satu ekonomi terbesar di dunia. Kami akan terus bekerja sama membangun momentum untuk pertumbuhan lebih lanjut dalam perdagangan dan investasi serta memanfaatkan perjanjian CEPA untuk mencapai perluasan ekspor dan impor yang signifikan antara kedua pasar.”

Promosi perdagangan

Tahun lalu, Indonesia dan Uni Emirat Arab menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA), menandai era baru kerja sama strategis. Perjanjian tersebut bertujuan untuk meningkatkan perdagangan bilateral antara kedua negara dan meningkatkan nilai totalnya dari sekitar 11 miliar dirham ($3 miliar) pada tahun 2021 menjadi 36,7 miliar dirham setiap tahun dalam lima tahun. Kedua negara telah menghapus atau secara bertahap akan mengurangi tarif pada hampir 99% barang yang biasa mereka perdagangkan.

Menurut statistik Bea Cukai Dubai, perdagangan non-minyak Dubai dengan Indonesia mencapai AED 11,9 miliar selama tahun 2022, yang merupakan pertumbuhan mengesankan sebesar 26,6% tahun-ke-tahun. Peluncuran kantor perwakilan Indonesia akan menciptakan peluang baru bagi eksportir dan perusahaan di kedua negara.

Jumlah perusahaan Indonesia yang terdaftar di Kamar Dagang Dubai mencapai 192 pada awal tahun ini, tumbuh sebesar 204,8% sejak 2016. Kamar Dagang Internasional Dubai bertujuan untuk memperkuat hubungan bisnis yang sudah kuat dengan mengidentifikasi dan memanfaatkan perdagangan baru. Peluang investasi di sektor utama termasuk pakaian jadi, cocoa butter, aluminium dan agribisnis.

Sepuluh perusahaan multinasional

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Dubai Chambers untuk menarik perusahaan ke emirat, delegasi tamu bertemu dengan sepuluh perusahaan multinasional di sektor logistik, perangkat lunak, teknologi, dan farmasi.

READ  LMEWEEK-Freeport dalam pembicaraan awal untuk memperpanjang hak tembaga di Indonesia setelah 2041

Tim di Indonesia akan memfokuskan upayanya untuk membangun hubungan yang kuat dengan pemangku kepentingan utama di sektor publik dan swasta, serta mendukung perusahaan Indonesia untuk memasuki pasar Dubai dan berekspansi secara internasional melalui emirat. Kantor Jakarta juga akan menciptakan saluran komunikasi baru dan kerjasama ekonomi antara UEA dan perusahaan Indonesia, serta bekerja sama dengan mitra di Indonesia untuk bersama-sama menyelenggarakan acara jejaring, seminar bisnis, dan pencocokan bisnis.

Hak Cipta 2022 Grup Al-Hilal untuk Penerbitan dan Pemasaran Disediakan oleh SyndiGate Media Inc. (Syndigate.info).