POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

BSSN mempersiapkan lima langkah operasional keamanan siber untuk KTT G20

Jakarta (Antara) – Badan Siber dan Kriptografi Nasional (BSSN) telah menyiapkan lima Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan siber pada KTT G20 di Nusa Dua, Bali, pada 15-16 November 2022.

G20 adalah forum internasional dari 19 negara dan Uni Eropa yang bekerja sama untuk menangani isu-isu kunci. Indonesia memegang kursi kepresidenan majelis tahun ini.

Tindakan operasional pertama terkait dengan penanganan insiden siber yang mungkin terjadi selama KTT G20, kata juru bicara BSSN Ariandi Putra saat konferensi pers #G20updates bertajuk “G20 Cyber ​​​​Security Summit” yang disiarkan di YouTube, Selasa.

BSSN juga telah menyusun prosedur SOP terkait penanganan pengaduan elektronik.

“Ketiga, ada prosedur operasi standar pada hard disk, flash disk, akuisisi kartu memori yang kami lakukan,” katanya.

Badan tersebut juga telah menetapkan prosedur standar untuk menganalisis malware atau program yang sengaja dirancang untuk menghancurkan sistem komputer, jaringan, dan server.

Prosedur standar kelima menyangkut penerapan analisis malware tingkat lanjut.

Putra menginformasikan bahwa dalam KTT G20, BSSN akan fokus pada koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.

Koordinasi ini akan dilakukan dalam hal insiden siber, sebagai bentuk antisipasi terhadap serangan siber, memantau perkembangan situasi selama KTT G20, dan melakukan pemulihan insiden siber.

“Setelah kejadian, jika ada beberapa kejadian, kami akan fokus melakukan akuisisi dan forensik digital untuk melihat data apa saja yang masih lengkap dan bisa kita simpulkan beberapa kejadian yang menjadi kecelakaan,” imbuhnya.

Saat ini, BSSN beroperasi 24 jam sehari untuk memantau gangguan lalu lintas di dunia maya Indonesia.

Dalam konferensi pers tersebut, Putra juga menyoroti sektor-sektor strategis yang akan menjadi fokus keamanan BSSN selama KTT G20.

READ  Ontario mengatakan 6 minggu tinggal di rumah dan 100.000 dosis vaksin per hari adalah satu-satunya cara untuk meratakan kurva COVID-19.

Sektor tersebut antara lain tempat KTT G20, energi, transportasi, administrasi dan keuangan pemerintahan, kesehatan, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Badan tersebut telah mengamankan sektor keuangan untuk memastikan kelancaran layanan perbankan di sekitar lokasi KTT G20, dan bahkan Bali pada umumnya.

Selanjutnya, lembaga tersebut telah mengamankan sektor kesehatan dengan memastikan bahwa rumah sakit dan klinik dapat diakses oleh peserta G20 yang membutuhkan bantuan medis.

Berita Terkait: KTT G20: TNI dan BSSN Berkolaborasi Perkuat Keamanan Siber
Berita Terkait: 1,6 miliar serangan siber di Indonesia pada tahun 2021: BSSN
Berita Terkait: Kasus pelanggaran data: investigasi latar belakang peretas BSSN