POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Bali semakin populer di kalangan wisatawan Eropa

Bali semakin populer di kalangan wisatawan Eropa

Bagikan artikelnya

Data perjalanan terkini menunjukkan popularitas Bali semakin meningkat di kalangan wisatawan asal Eropa.

Pulau Dewata telah lama menjadi tujuan liburan favorit wisatawan Australia, dan tahun ini Bali tampaknya juga menduduki peringkat teratas wisatawan dari Eropa.

Bali semakin populer di kalangan wisatawan Eropa

Dengan semakin mudahnya akses penerbangan internasional ke Bali, mudah untuk melihat mengapa Bali menjadi destinasi yang wajib dikunjungi oleh wisatawan Eropa.

Selama beberapa dekade, Bali telah menjadi tujuan yang sangat disukai wisatawan Eropa, banyak di antaranya mengunjungi pulau ini sebagai bagian dari petualangan perjalanan dan bulan madu.

Kini Bali telah menjadi tujuan liburan musim panas tahunan bagi wisatawan Eropa.

Kepada wartawan, Sekretaris Komunitas Penjualan dan Pemasaran Bali (BASACOMM), Gufron menjelaskan, jumlah wisatawan dari seluruh demografi wisatawan semakin meningkat seiring Bali memasuki peak season.

Govron mengatakan jumlah wisatawan Australia diperkirakan akan meningkat sebesar 30% tahun ini, dan tren perjalanan Eropa juga tertinggal.

Artinya Bali terus bergerak, bahkan untuk pasar Australia. Selain Australia, wisatawan dari Eropa juga berpeluang berkunjung ke Bali. Seperti Jerman, kunjungan wisatawan dari negara ini akan meningkat sebesar 14,23 persen pada tahun 2024, kata Gufron.

Geoffron mencatat bahwa meskipun terdapat peningkatan jumlah penerbangan yang tersedia ke Bali, diperlukan lebih banyak penerbangan langsung dari kota-kota besar Eropa ke Bali agar tren perjalanan ini dapat didukung.

“Sebenarnya tantangan saat ini adalah penerbangan,” ujarnya. Harga maskapai penerbangan sangat tinggi, terutama di Eropa. “Jadi harus ada kebijakan dari pemerintah.”

Pakar perjalanan tersebut menyampaikan sarannya kepada industri untuk memanfaatkan meningkatnya permintaan wisatawan Eropa untuk bepergian ke Bali.

Ia mencatat bahwa terdapat cukup banyak penerbangan langsung dari kota-kota besar di Australia, termasuk Perth, Sydney, Melbourne dan Brisbane, namun sulit bagi sebagian besar wisatawan Eropa untuk melakukan perjalanan ke Bali tanpa menggunakan penerbangan lanjutan.

READ  India bersiap menjadi tuan rumah KTT Menteri Luar Negeri ASEAN; Kawasan Indo-Pasifik diperkirakan akan dibahas

“BASACOMM mengindikasikan perlunya penambahan penerbangan langsung,” kata Gufron. Memang ada penerbangan langsung dari Qatar, Turki, Singapura dan lain-lain, tapi masih sangat belum lengkap.”

Penumpang dalam penerbangan Perawan-AustraliaPenumpang dalam penerbangan Perawan-Australia

Sebagian besar wisatawan yang melakukan perjalanan dari Eropa Barat dan Tengah ke Bali sebaiknya mampir dulu sebelum berwisata ke Pulau Dewata lagi.

Persinggahan paling mahal dan sering bagi turis Eropa adalah di Dubai, dari mana penerbangan ke Bali berangkat setiap hari.

Lainnya singgah di Kuala Lumpur, Bangkok, dan Singapura sebelum mengejar penerbangan singkat ke Denpasar.

Persinggahan ini dapat menambah waktu perjalanan tambahan dan seringkali secara langsung meningkatkan biaya perjalanan.

Wisatawan berjalan melalui Pasar UbudWisatawan berjalan melalui Pasar Ubud

Wisatawan dari sebagian besar negara Eropa dapat melakukan perjalanan ke Bali dan Indonesia lebih luas dengan visa kedatangan selama 30 hari.

Biaya visa adalah Rp 500.000 dan dapat dibayar pada saat kedatangan atau diatur sebelum kedatangan melalui website Indonesia e-Visa.

Wisatawan dari 97 negara berhak mendapatkan e-Visa pada saat kedatangan, dan memperoleh visa ini memungkinkan wisatawan untuk menggunakan gerbang otomatis yang baru dipasang di Bandara Gusti Ngurah Rai di Bali.

Selama musim puncak mendatang, kemampuan menggunakan gerbang otomatis akan menjadi penghematan waktu nyata bagi wisatawan yang dapat menyelesaikan proses kedatangan imigrasi mereka hanya dalam hitungan detik.

Paspor Inggris untuk bagasiPaspor Inggris untuk bagasi

Tak heran jika Bali semakin digemari wisatawan Eropa. Bali mempunyai misi untuk mempromosikan pulau ini sebagai tujuan dimana wisatawan dapat tinggal untuk jangka waktu yang lama.

Dengan rata-rata wisatawan menginap di Bali 3 hingga 5 hari dan banyaknya wisatawan yang berkunjung pada long weekend, Bali mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama dan menghabiskan lebih banyak uang.

Bagi wisatawan Eropa, sangat sulit untuk berkunjung hanya dalam beberapa hari dan dengan begitu banyak hal yang dapat dijelajahi, menginap 10 hingga 14 hari di Bali adalah waktu yang tepat untuk beristirahat dan memulihkan tenaga saat berlibur dan menjelajahi hal-hal terbaik di pulau ini. . Dia harus menunjukkannya.

READ  Wang Yi ingin bekerja sama dengan Argentina untuk meningkatkan prospek kerja sama