POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Angkutan umum mencerminkan kondisi sosial ekonomi: BRIN

Angkutan umum mencerminkan kondisi sosial ekonomi: BRIN

JAKARTA (Antara) – Transportasi umum tidak hanya sekedar memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga merupakan cerminan nilai sosial dan ekonomi suatu negara, kata Badrun Susantheo, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRIN).

“Sistem transportasi yang inklusif dan efisien dapat menjadi katalisator untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan sosial, dan memperkuat basis lingkungan suatu negara,” tambahnya di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, kebijakan dan sistem transportasi kemanusiaan harus memenuhi kebutuhan dasar manusia.

Menurutnya, kondisi geografis Indonesia menghadirkan tantangan transportasi umum.

Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan tersebut, perlu dirancang dan dilaksanakan solusi yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat secara terkoordinasi, ujarnya.

“Salah satu tantangan besar yang kita hadapi adalah membangun infrastruktur transportasi yang adil. Ini merupakan tantangan yang sangat sulit bagi negara kita,” katanya.

Ia juga menyoroti kurangnya infrastruktur transportasi yang memadai di daerah-daerah terpencil.

“Di daerah terpencil, infrastruktur transportasi yang ada masih kurang memadai. Hal ini berdampak langsung pada aksesibilitas masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan fokus pada beberapa sasaran strategis tahun 2020-2024, seperti infrastruktur pelayanan dasar, infrastruktur ekonomi, dan infrastruktur perkotaan.

Direktur lembaga tersebut, Jamrides, mengatakan fokusnya adalah pada penguatan konektivitas transportasi darat mulai dari kebijakan pembangunan infrastruktur, pengembangan jalan dan jaringan, pengelolaan pelayanan, hingga perencanaan wilayah.

Kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan koordinasi moda transportasi melalui integrasi fisik, kelembagaan, jadwal, tarif dan layanan serta sistem.

“Transportasi berkelanjutan mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, yang kemudian berdampak pada potensi layanan angkutan umum sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Berita terkait: Menteri mendesak daerah perkotaan mengikuti model angkutan massal Jakarta
Berita terkait: Pengguna angkutan umum Jakarta masih lebih memilih kartu e-money
Berita terkait: Jakarta berharap semakin banyak orang yang berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum

READ  Pemerintah berencana menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi arus mudik lebaran