Tempo.co, Jakarta – Kementerian Pertahanan Indonesia memastikan niat pembelian jet tempur Mirage 2000-5 bekas dari Qatar telah ditangguhkan. Wakil Menteri Muhammad Herrinra menjelaskan alasannya.
Rencana pembelian Mirage 2000-5 belum terealisasi karena keterbatasan sumber daya keuangan, kata Herintra, Senin, 12 Februari, di Kompleks Kantor Kementerian Pertahanan, Gambir, Jakarta Pusat.
Namun dia mengatakan kementerian berkomitmen untuk membeli jet tempur terbaik untuk melindungi wilayah udara negara. Salah satunya adalah pembelian jet tempur Rafale Dassault dari Perancis yang akan segera masuk ke Indonesia secara bertahap. Kami yakin pesawat tempur ini dapat memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Ansar Simanjuntak menegaskan, rencana pembelian pesawat Mirage 2000-5 sia-sia karena tidak memenuhi persyaratan. Dia mengatakan perjanjian yang ditandatangani dengan Qatar telah diakhiri pada 31 Januari 2023.
“Karena keterbatasan finansial, kami tidak mempunyai sumber daya untuk melakukan pembayaran, sehingga kontraknya batal,” kata Dahnil.
Sementara itu, pengacara Kementerian Pertahanan Hatman Parris menepis tuduhan korupsi dan penyuapan, dan menegaskan bahwa tidak ada dana negara yang hilang atau dibelanjakan dan oleh karena itu, penyuapan tidak boleh terjadi.
“Tidak ada uang. Jika tidak ada uang, siapa yang akan memberikan suap? Itu bukan satu atau dua juta dolar. Bahkan tidak ada satu sen pun uang pemerintah.” [came out]. Lalu bagaimana pejabat Kementerian Pertahanan bisa menyembunyikan uang suap itu,” kata Hatman.
Kementerian Pertahanan telah menghadapi kritik atas kesepakatan tersebut, yang dituduh melakukan korupsi dan penyuapan. Tuduhan tersebut dipicu oleh pemberitaan media asing Meta Nex bertajuk “Penyelidikan Korupsi UE Prabowo Subianto Indonesia”.
Kementerian Pertahanan Indonesia, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, yang saat ini mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu mendatang, mengumumkan kesepakatan bagi Qatar untuk membeli 12 jet tempur Mirage senilai US$792 juta (Rp12,4 triliun). $66 juta per jet. GRECO, badan pengawas antikorupsi Dewan Eropa, juga dikatakan sedang menyelidiki dugaan korupsi tersebut.
Divisi Bacchus
Seleksi Guru: 7 Jenis Wisatawan Asing yang Dibebaskan Pajak Pariwisata Baru di Bali
klik disini Dapatkan update berita terkini dari Tempo di Google News
“Pembaca yang ramah. Penggemar bacon. Penulis. Twitter nerd pemenang penghargaan. Introvert. Ahli internet. Penggemar bir.”
More Stories
Kalbar gelar rapat penanganan karhutla
URTF menyediakan $2 juta untuk Proyek Ketahanan Iklim Nusantara
Menteri Pariwisata Sandhyaka Uno memberikan update mengenai proyek LRT Bali