TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengusulkan penundaan pembelajaran di tempat (PTM) selama sebulan kepada Koordinator Pembatasan Mobilitas Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan. Saat ini, Jakarta berada di bawah PPKM level 2, yang memungkinkan untuk tetap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka secara penuh.
Jadi sampai bulan depan belajar 100 persen dari jarak jauh atau belajar di rumah sambil kita pantau situasi Covid-19, kata Gubernur di Taman Benyamin Sueb, Jakarta, Rabu, 2 Februari 2020.
Dia menjelaskan alasan usulannya karena keputusan terkait PTM bukan lagi kewenangannya dan saat ini pemerintah pusat masih membahasnya. “Sekarang kewenangan Pemerintah Pusat,” kata Anies.
Anies Baswedan mengaku mengetahui situasi Covid di ibu kota saat ini, mengatakan bahwa membatasi kegiatan belajar di sekolah dapat menurunkan risiko penularan kepada anak-anak.
Menurut data Kementerian Kesehatan, kasus positif di Jakarta naik 6.391 setiap hari, menjadikan Jakarta provinsi dengan kasus positif tertinggi di Indonesia.
Membaca: Dinas Pendidikan DKI Klaim Tidak Ada Gugus COVID-19 di Sekolah
FRISKI RIANA | GRAVEN (Magang)

“Pembaca yang ramah. Penggemar bacon. Penulis. Twitter nerd pemenang penghargaan. Introvert. Ahli internet. Penggemar bir.”

More Stories
Indonesia Percepat Musim Tanam Padi untuk Hadapi Ancaman El Nino
Kerentanan Kritis Next.js Buka Celah Pencurian Kredensial Cloud dan Akses Panel Admin
Reformasi PBB dan Peran Indonesia: Dorongan untuk Dampak Nyata di Lapangan