Saham-saham AS mencoba untuk rebound pada hari Senin dari minggu terburuknya tahun ini, karena investor bersiap menghadapi membanjirnya pendapatan perusahaan.
S&P 500 (^GSPC) memangkas kenaikan pagi sebelumnya menjadi naik 0,2% setelah ditutup di bawah level 5.000 pada hari Jumat untuk pertama kalinya sejak Februari di tengah penurunan enam hari berturut-turut. Dow Jones Industrial Average (^DJI) naik 0,3%, sedangkan Nasdaq Composite (^IXIC) turun dari tertinggi sesi pagi dan berada di garis datar.
Setelah pukulan yang dialami baru-baru ini, reli pasar telah jatuh ke titik paling rapuh dalam beberapa bulan terakhir, dan minggu ini akan menjadi minggu yang penting untuk menentukan apakah kelesuan ini akan terus berlanjut.
Saham-saham teknologi diperkirakan akan pulih setelah pendapatan Netflix (NFLX) yang lesu menyeret pasar yang lebih luas yang sudah bergulat dengan ketegangan geopolitik. Memudarnya peluang penurunan suku bunga telah meningkatkan keraguan bahwa perusahaan-perusahaan besar dapat terus melakukan penurunan suku bunga.
Harapan kini bertumpu pada pendapatan perusahaan teknologi besar di akhir minggu ini untuk meyakinkan dan menghidupkan kembali pasar. Di dek terdapat laporan triwulanan dari Meta (META), Microsoft (MSFT), dan Alphabet (GOOG).
Fokus hari Senin adalah pada Tesla (TSLA) karena pembuat mobil listrik tersebut memangkas harga di AS, Tiongkok, dan beberapa negara lainnya. Tesla akan mengumumkan hasil kuartalannya pada hari Selasa setelah pasar tutup. Perusahaan yang dipimpin Elon Musk telah menakuti beberapa investor dengan dorongannya terhadap robotaxis dan keputusannya untuk meminta pemegang saham memberikan suara lagi pada paket gaji yang ditolak Musk. Saham turun lebih dari 4% pada Senin pagi.
Sementara itu, perdebatan terus berlanjut mengenai sikap Federal Reserve terhadap penurunan suku bunga setelah Ketua Jerome Powell dan para pembuat kebijakan lainnya bersikap lebih hawkish pada minggu lalu dalam menghadapi inflasi yang terus-menerus. Mengingat hal tersebut, masyarakat sudah beralih ke rilis indeks pengeluaran konsumsi pribadi pada hari Jumat – ukuran inflasi yang disukai The Fed – sebagai hal yang penting untuk menilai apakah suku bunga akan tetap lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Dia hidup4 pembaruan

Yoga Mahendra adalah penulis di Pospapua.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pelaporan yang informatif dan relevan, Yoga menghadirkan berita serta cerita yang dekat dengan kebutuhan dan minat pembaca, sambil mengedepankan fakta dan konteks yang penting.

More Stories
OpenAI Luncurkan Perangkat Keras Pertama, Keyboard Mini untuk Mengendalikan Agen AI
Penyegaran Generasi Kedua Prosesor Komputasi Qualcomm Muncul dalam Peta Pengembangan Produsen Perangkat
Apple Umumkan macOS 27 Golden Gate dengan Kecerdasan Buatan Siri dan Tampilan Antarmuka Baru