POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Presiden Widodo minta staf evaluasi tingkat PPKM

Presiden Widodo minta staf evaluasi tingkat PPKM

Semua orang harus tetap disiplin, menjaga protokol kesehatan yang ketat, dan mengurangi mobilitas yang tidak perlu.

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis meminta para menteri mengevaluasi tingkat pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh Indonesia menyusul lonjakan kasus positif COVID-19 di Tanah Air.

“Saya sudah sampaikan kepada Menko Maritim selaku koordinator PPKM wilayah Jawa-Bali dan Menko Perekonomian selaku koordinator PPKM wilayah di luar Jawa-Bali untuk segera mengevaluasi tingkat PPKM,” ujarnya di Kota Medan, Utara. Provinsi Sumatera, Kamis.

Pernyataan itu dibuat menyusul laporan Indonesia menambahkan 27.197 kasus pada hari Kamis, sehingga total penghitungan sejak awal pandemi menjadi 4.414.483 kasus.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan PPKM di Daerah Jawa-Bali dan Inmendagri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan PPKM Di Daerah Luar Jawa-Bali, daerah akan dinilai untuk PPKM Tingkat 1 –3, kata Widodo.

“Saya menghimbau kepada seluruh aparat pemerintah daerah, bersama TNI dan Polri, untuk memastikan masyarakat telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan mempercepat program vaksinasi,” tegas Presiden.

Berita Terkait: Pemerintah perpanjang PPKM di luar Jawa-Bali hingga 14 Februari

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang.

“Semua orang harus tetap disiplin, menjaga protokol kesehatan yang ketat, dan mengurangi mobilitas yang tidak perlu. Orang yang belum divaksinasi harus segera divaksinasi, ”katanya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat yang telah divaksinasi lengkap untuk mendapatkan suntikan booster sesuai jadwal.

Ia optimistis kesiapan pemerintah dalam penanganan varian Omicron lebih baik dibandingkan penanganan varian Delta karena sudah disiapkan rumah sakit, obat-obatan, suplai oksigen, ruang isolasi, dan tenaga kesehatan.

Menurut Gugus Tugas COVID-19, per 3 Februari 2022, negara itu telah mencatat 115.275 kasus COVID-19 aktif.

READ  Orang tua berperan besar dalam membentuk karakter anak: ahli

Selain itu, jumlah pasien sembuh bertambah 5.993 orang, sedangkan kematian naik 38 orang.

Selain itu, pemerintah telah memberikan 185.622.566 vaksinasi dosis pertama, 29.405.527 vaksinasi dosis kedua, dan 4.799.946 vaksinasi dosis ketiga.

Berita Terkait: Angka kematian COVID-19 meningkat di Jawa-Bali: Menteri
Berita Terkait: Pekerja muda merupakan mayoritas kasus COVID-19: dinas kesehatan