POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Pejabat Pasidan sedang memantau dampak gempa Trenlake

Kami belum menerima laporan kerusakan parah atau korban jiwa setelah gempa, tetapi kami terus memantau kondisi tanah.

Paciton, Jawa Timur (Andara) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Paciton memantau dampak gempa berkekuatan 5,2 SR di bagian selatan Kabupaten Trenlake di Jawa Timur pada Minggu.

“Kami belum menerima laporan kerusakan parah atau korban jiwa setelah gempa, tetapi kami terus memantau situasi di lapangan,” kata Erwin Andriatmoko, ketua eksekutif badan tersebut.

Meskipun kerusakan parah dan korban jiwa, ia memerintahkan anak buahnya untuk tetap waspada dan meminta penduduk setempat untuk tetap waspada terhadap gempa yang sering terjadi di daerah mereka.

Pusat gempa dilaporkan berada di bawah kecamatan Munjungan di kabupaten Trenlake pada kedalaman 103 km, 23 km atau 64 km dari pusat kota Paceton.

Berita Terkait: Kemensos kirim bantuan untuk korban gempa di Mamuju

Namun, pusat gempa dilaporkan di bawah dasar Samudra Pasifik; tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.

Dia mengatakan gempa bisa dirasakan di kabupaten lain, termasuk Plidar dan Kediri.

Gempa bumi sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia karena negara ini terletak di sabuk Circum-Pasifik, juga dikenal sebagai Cincin Api, di mana banyak lempeng tektonik bertemu dan sering menyebabkan aktivitas vulkanik dan seismik.

Aceh mengalami gempa bumi dahsyat pada 26 Desember 2004 yang disusul tsunami.

Berita Terkait: Sekitar 93 gempa bumi mengguncang pulau Zuma minggu lalu: BMKG

Bencana yang juga melanda beberapa wilayah pesisir di negara-negara seperti Thailand, Sri Lanka, dan India itu disebut-sebut telah menewaskan sekitar 230 ribu orang.

Pada 28 September 2018, Indonesia kembali mengalami gempa dan tsunami dahsyat di Provinsi Sulawesi Tengah.

READ  Bagi korban Tom Girardi, Kekayaan 'Ibu Rumah Tangga Sejati' Meningkatkan Rasa Sakit

Gempa berkekuatan 7,4 mengguncang wilayah Palu di provinsi Sulawesi Tengah pada hari Jumat, menewaskan sedikitnya 2.102 orang, melukai 4.612 dan menyebabkan 680 orang hilang.

Sebanyak 68.451 rumah rusak berat, sementara 78.994 orang mengungsi.

Pihak berwenang dan pekerja kemanusiaan memutuskan untuk mengubur sejumlah besar mayat yang membusuk di kuburan massal.

Berita Terkait: Gempa berkekuatan 5,2 SR mengguncang Trincomalee, tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan

Berita Terkait: Untuk memastikan Pemerintah-19 terkendali, ikuti penegakan PPKM: Kementerian