POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

OJK mendorong peningkatan berkelanjutan literasi keuangan syariah

OJK mendorong peningkatan berkelanjutan literasi keuangan syariah

Jakarta (Antara) – Aman Santosa, Kepala Biro Literasi dan Inklusi Keuangan dan Penghubung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyerukan perlunya terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, indikator literasi dan inklusi keuangan syariah tercatat masing-masing sebesar 9,1 persen dan 12,12 persen.

“Meski indeksnya naik setiap tahun, namun indeks literasi dan inklusi keuangan syariah masih jauh lebih rendah dibandingkan indeks literasi keuangan nasional yang mencapai 49,68 persen dan 85,10 persen.”

Untuk pengembangan sektor keuangan syariah, OJK telah menyusun Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2025, Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia 2020-2025, Roadmap Pengembangan Pasar Modal Syariah 2020-2024 dan Roadmap Pengembangan Industri BPR dan Popularitas Pembiayaan Bank Syariah 2020-2025.

Dalam MPSJKI 2020-2025, pengembangan keuangan syariah Indonesia difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu penguatan lembaga keuangan syariah, penciptaan permintaan keuangan syariah yang berkelanjutan, dan penciptaan sistem keuangan syariah yang terintegrasi dengan industri halal.

Dia menekankan bahwa “sektor keuangan Islam telah membuktikan ketahanan dan kemampuannya untuk bertahan mengingat kondisi ketidakstabilan ekonomi saat ini.”

Penting juga untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah karena implementasinya sejalan dengan komitmen Indonesia untuk bertransisi ke ekonomi hijau dalam rangka pengurangan emisi karbon.

Dia mencatat bahwa “salah satu konsep dalam keuangan Islam adalah prinsip ‘haqq’, yang berarti menerapkan kerangka berpikir multidimensi dan tidak hanya peduli pada diri sendiri tetapi juga peduli pada orang lain (masyarakat), Tuhan dan lingkungan.”

Pada akhir November 2022, total aset keuangan syariah mencapai Rp 2.312,72 triliun, naik 15% dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, OJK mencatat total aset perbankan syariah mencapai Rp 756,30 triliun atau 6,8 persen dari total aset perbankan.

READ  Selenggarakan Pertemuan ke-23 di Bali, ACCED Bahas PED Ekonomi Digital dan Percepatan Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN

Aset pasar modal syariah, termasuk saham syariah dan obligasi pemerintah, sebesar Rp 5.924,08 triliun dan pangsa pasar 18,43%, sedangkan total aset sektor industri keuangan non bank (IKNB) syariah sebesar 143,97 triliun. rupiah, dengan pasar. 4,69 persen.

Berita terkait: Aset pembiayaan syariah tumbuh 15 persen menjadi Rp2.375 triliun pada 2022: OJK
Berita terkait: Wapres berharap Kemendikbud memperkuat kerja sama, dan memajukan pembangunan ekonomi yang bersahaja

Diterjemahkan oleh: Sanya Denda, Cindy-Freshanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © Antara 2023