POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Menteri mengatakan hutan kemasyarakatan meningkatkan perekonomian desa

Menteri mengatakan hutan kemasyarakatan meningkatkan perekonomian desa

JAKARTA (Antara) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan hutan rakyat tidak hanya berdampak pada perlindungan lingkungan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“Pada tahun 2023, transaksi ekonomi kelompok usaha kehutanan kemasyarakatan (KUPS) yang kami catat melalui sistem informasi GoKUPS mencapai Rp1,13 triliun atau sekitar 102 persen dari target,” ujarnya dalam diskusi kehutanan kemasyarakatan yang dipantau secara daring. . Kamis.

Dengan capaian tersebut, ia mengungkapkan pemerintah menargetkan mencapai Rp1,5 triliun (sekitar US$90,94 juta) pada tahun 2024 melalui KUPS.

Peningkatan manfaat yang diberikan KUPS juga berdampak pada desa-desa di sekitar hutan rakyat.

Bakkar menjelaskan, hal ini terlihat dari meningkatnya Indeks Pembangunan Desa (IDM) pada desa-desa yang memiliki izin pengelolaan hutan lestari.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan adanya IDM, jumlah desa terbelakang mengalami penurunan dari 2.193 desa pada tahun 2016 menjadi 189 desa pada tahun 2023.

“Untuk desa mandiri jumlahnya meningkat menjadi 1.803 desa dari 33 desa pada tahun 2016,” ujarnya.

Pada aspek ekologi, pelaku hutan kemasyarakatan diminta berperan dalam upaya mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati dan mitigasi perubahan iklim.

“Kelompok kehutanan masyarakat harus menggunakan kearifan dan pengetahuan lokal untuk beradaptasi dan memitigasi perubahan iklim untuk mencegah emisi gas rumah kaca, menjaga dan melindungi keanekaragaman hayati, menanam pohon di lahan kritis atau terbuka, dan mencegah pencemaran lingkungan di kawasan hutan kemasyarakatan,” ujarnya. Tersebut.

Menurut Kementerian, akses pengelolaan masyarakat melalui Program Kehutanan Masyarakat telah mencapai 7.087.970 hektar yang dikelola oleh 1,3 juta rumah tangga.

Berita terkait: Kementerian mempertimbangkan berbagai faktor untuk pemulihan lingkungan
Berita Terkait: Pemerintah menyiapkan program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas petani

READ  Pemerintah menggunakan sistem pelaporan gizi untuk mencegah validitas data