POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Larangan ekspor beras di India memicu krisis global

Larangan ekspor beras di India memicu krisis global

Krisis beras global semakin parah karena larangan ekspor India mengancam ketahanan pangan

Pasar beras global sedang mengalami krisis yang belum pernah terjadi dalam dua dekade terakhir, karena larangan India terhadap ekspor jenis beras tertentu telah memperburuk situasi. Hal ini berdampak besar terhadap ketahanan pangan di negara-negara berkembang dan menyebabkan harga beras global naik sebesar 15 hingga 20 persen, mencapai tingkat tertinggi dalam hampir 12 tahun terakhir.

India melarang ekspor beras

Krisis ini muncul pada September 2022 ketika India memberlakukan pembatasan ekspor beras pecah dan mengenakan bea masuk sebesar 20% pada beberapa varietas beras. Pada bulan Juli 2023, krisis ini semakin memburuk ketika India memperluas larangannya hingga mencakup ekspor beras putih berbiji panjang, jenis yang sering diekspor ke negara-negara di Afrika dan Asia Tenggara. Larangan ekspor ini merupakan bagian dari strategi India untuk mengamankan jumlah beras yang cukup untuk pasar domestik dan memitigasi kenaikan harga konsumen di tengah meningkatnya biaya input energi dan pupuk.

Dampak terhadap ketahanan pangan global

Konsekuensi dari pembatasan ini sangat luas, terutama bagi negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada beras India. Karena India menyumbang 40% dari pengiriman beras global, larangan ekspornya telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan pangan global. Kenaikan harga yang diakibatkannya telah mendorong banyak orang ke jurang kehancuran, dan masyarakat termiskinlah yang paling terkena dampaknya.

Petani padi di Amerika Serikat dan hubungan perdagangan global

Petani padi Amerika juga tidak kebal terhadap krisis ini. Mereka bergulat dengan harga beras yang tidak menentu dan kesulitan bersaing dengan pasar luar negeri yang disubsidi. Sebagai tanggapan, Kongres menyetujui pendanaan tambahan sebesar $250 juta untuk mendukung mereka. Namun, krisis ini menyoroti kompleksitas hubungan perdagangan global dan lemahnya keseimbangan antara mendukung pertanian lokal dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan global.

READ  Persenjataan nuklir Tiongkok berkembang tajam hingga mencapai 1.000 hulu ledak pada tahun 2030: laporan

Kesimpulannya, meskipun larangan ekspor yang diberlakukan oleh India bertujuan untuk melindungi pasar domestiknya, hal ini justru memicu krisis beras global, yang mempunyai konsekuensi yang sangat buruk. Situasi genting ini merupakan pengingat akan adanya trade-off yang melekat dalam larangan ekspor dan konsekuensi besarnya terhadap ketahanan pangan, hubungan perdagangan, dan penghidupan jutaan petani di seluruh dunia.