Tempo.co., Jakarta – Kota Nadia Darmisi, juru bicara Kementerian Kesehatan untuk vaksin Pemerintah-19, menanggapi pernyataan Wakil Presiden Maroof Amin. Stimulan vaksin Mungkin itu kebutuhan perjalanan mudik Lebaran tahun ini.
Nadia mengatakan kementerian masih mengkaji rencana tersebut. “Sedang diperiksa untuk melihat apakah virus itu menyebar,” katanya, Rabu, 23 Maret.
VP Maroof Amin mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintah akan mengizinkan orang untuk kembali ke kampung halaman atau penata rambut untuk perayaan Idul Fitri tahun ini, bahkan jika epidemi Pemerintah-19 terus berlanjut.
Salah satu syaratnya adalah orang harus sudah menyelesaikan kursus vaksinasi primer dan menerima dosis ketiga vaksin COVID-19. Selain itu, PCR dan pengujian antigen tidak lagi diperlukan untuk perjalanan jarak jauh.
Namun, Wapres bersikeras bahwa kebijakan tersebut hanya dapat diberikan jika tidak ada lonjakan kasus Pemerintah-19. Ia juga mengatakan, ketika kebijakan tersebut digunakan, skema vaksinasi booster tetap diberikan secara cuma-cuma.
Melangkah: Wapres Ma’ruf Amin 2022 menunjukkan tanda-tanda mengizinkan mudik lebaran
BISNIS.COM

“Pembaca yang ramah. Penggemar bacon. Penulis. Twitter nerd pemenang penghargaan. Introvert. Ahli internet. Penggemar bir.”

More Stories
Indonesia Percepat Musim Tanam Padi untuk Hadapi Ancaman El Nino
Kerentanan Kritis Next.js Buka Celah Pencurian Kredensial Cloud dan Akses Panel Admin
Reformasi PBB dan Peran Indonesia: Dorongan untuk Dampak Nyata di Lapangan