POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Jawa Barat rawan gempa; BMKG mengimbau masyarakat proaktif dalam mitigasi bencana

Tempo.co, Jakarta – Lanjutan berkekuatan 6,2 Gempa bumi Melanda Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (PMKG) Dvikorita Karnawati menyoroti sejarah gempa bumi di daerah seperti Garut, Cianjur, Tasikmalaya, Pangandaran sebelum tahun 1844. Intensitas aktivitas kegempaan sangat tinggi, dengan kemungkinan terjadinya beberapa gempa bumi dalam satu tahun.

“Jawa Barat rawan gempa, sehingga gempa pasti akan terjadi lagi, beberapa kali dalam setahun, dan setahun setelahnya,” kata Karnawati dalam siaran persnya, Selasa, 30 April.

Oleh karena itu, alih-alih melakukan relokasi, ia menekankan pentingnya upaya mitigasi seperti kewaspadaan bencana, kesiapsiagaan gempa, dan perbaikan konstruksi bangunan. Ia menyarankan warga untuk mempersiapkan rencana tanggap darurat dan mengambil tindakan yang tepat untuk tinggal di zona seismik aktif, dan menekankan bahwa dengan persiapan yang tepat, masyarakat dapat lebih melindungi diri dari dampak gempa bumi.

Sementara itu, Divikorita mengatakan, data yang dihimpun BMKG menunjukkan Jabar berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat. Ia menyatakan keprihatinannya atas dampak terburuk cuaca ekstrem terutama di daerah perbukitan seperti Garut dan Cianjur.

Lereng rapuh di wilayah tersebut rentan terhadap likuifaksi tanah akibat jenuhnya air hujan, terutama pasca gempa yang berpotensi menimbulkan potensi longsor dan terbentuknya bendungan alami di lembah sungai, ujarnya.

Iryan Hasyim (Kontributor)

Seleksi Guru: BNPB: Jumlah rumah rusak akibat gempa Garud bertambah menjadi 267

klik disini Dapatkan update berita terkini dari Tempo di Google News

READ  Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan kenaikan global dalam kasus COVID, kematian saat dunia mendekati 'epidemi tertinggi'