POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Indonesia meningkatkan pariwisata Katolik di pulau Flores dan mengincar pertumbuhan ekonomi

Indonesia meningkatkan pariwisata Katolik di pulau Flores dan mengincar pertumbuhan ekonomi

Pemerintah Indonesia sedang meningkatkan upaya untuk memanfaatkan potensi wisata religi Katolik di Pulau Flores, yang sering disebut sebagai “pulau misionaris”.

Ditulis oleh Berita Likas

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengunjung, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan melestarikan budaya lokal melalui wisata religi.

Dalam laporan The Jakarta Post, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandija Ono menekankan daya tarik unik kawasan Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Flores.

Ia menyoroti kekayaan sejarah Katolik di pulau itu dan keselarasan budaya antara Gereja Katolik dan budaya lokal sebagai daya tarik utama bagi wisatawan religi.

“Pulau Flores di North Trent County terkenal dengan warisan dan sejarah Katoliknya. Sering disebut sebagai Pulau Misionaris. Pulau ini memiliki potensi wisata religi yang sangat besar, terutama melalui akulturasi antara Gereja Katolik dengan budaya masyarakat setempat. kata Sandiga.

Ia mencontohkan, akulturasi budaya ini tidak hanya meningkatkan wisata religi, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata, pemerintah telah memasukkan empat acara tahunan dalam kalender acara nasional 2024, dua di antaranya fokus pada agama dan budaya: Festival Golokwe di Labuan Bajo dan Festival Bali Nagi di Larantuka.

Acara-acara ini, bersama dengan festival keagamaan dan budaya Katolik seperti Pekan Suci dan Festival Lembah Kisol, diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan ke wilayah tersebut.

Uskup Ruteng Mgr Cyprian Hormat membenarkan pandangan ini, dan menekankan bahwa pariwisata harus berakar pada budaya dan spiritualitas lokal.

“Pariwisata pada hakikatnya adalah sebuah ziarah, mengikuti jejak Tuhan dalam perjumpaan bahagia antara umat manusia dan alam semesta. Oleh karena itu, Keuskupan Ruteng telah merancang dan terus mempromosikan pariwisata holistik di kawasan yang dikenal dengan nama Bomi Kungka Sai [the great Manggarai Earth] “Flores sangat spiritual,” katanya.

READ  Kaden, BI Rencanakan Tujuan Ekonomi 2045 Di Tengah Kekhawatiran Rupee | Dari dalam

Pertumbuhan wisata religi di Indonesia sejalan dengan strategi pemerintah yang lebih luas untuk mendiversifikasi produk wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan ziarah.

Kegiatan-kegiatan ini merangsang sektor jasa seperti perhotelan, transportasi dan kerajinan lokal, sehingga menciptakan dampak jangka panjang yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Perayaan Semana Santa di Larantuka merupakan acara keagamaan Katolik terbesar di Indonesia yang menarik ribuan peziarah setiap tahunnya. Pada tahun 2024, jumlah jamaah haji mencapai 23.123 orang, meningkat secara signifikan dibandingkan jumlah sebelum pandemi.

Perkembangan wisata religi Katolik di Flores bermula dari sejarah dan warisan pulau tersebut, dimana para misionaris Katolik memainkan peran penting dalam membangun landasan pendidikan dan mempromosikan tenaga kerja yang berkualitas.

Martin Chen, Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Ruteng, menekankan bahwa misi gereja di Flores adalah kemanusiaan dan berfokus pada pendidikan dan kesehatan serta pengayaan rohani.

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama menyatakan komitmennya bekerja sama dengan keuskupan untuk meningkatkan sumber daya manusia dan mengatasi tantangan di sektor pariwisata.

Penekanannya akan diberikan pada peningkatan daya tarik wisata, aksesibilitas dan fasilitas untuk menjadikan Flores sebagai tujuan utama wisata religi Katolik.

Artikel ini awalnya diterbitkan pada https://www.licas.news/semua hak selamat. Ini tidak boleh diterbitkan ulang oleh pihak ketiga tanpa izin.