POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Indonesia dan Peru meluncurkan negosiasi kemitraan ekonomi

Indonesia dan Peru meluncurkan negosiasi kemitraan ekonomi

Brunei Darussalam (Antara) – Menteri Perdagangan Indonesia Zulkifli Hassan dan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pariwisata Peru Juan Carlos Mathews Salazar pada Selasa memulai perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Peru (IP-CEPA).

“Kami berharap kesepakatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia dan Peru serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan Asia dan Amerika Selatan,” kata Hassan dalam keterangan tertulis yang diterima di Brunei Darussalam, Selasa.

Kedua menteri bahkan menandatangani teks pernyataan bersama menteri tentang peluncuran negosiasi menuju perjanjian kemitraan ekonomi yang komprehensif antara Indonesia dan Peru, menandai dimulainya negosiasi.

Menteri Hassan mengatakan bahwa negosiasi penghentian IP-CEPA akan menjadi dasar penting bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan mereka.

Dia menambahkan, peluncuran negosiasi IP-CEPA menunjukkan tekad Kementerian Perdagangan untuk memanfaatkan potensi pasar ekspor non-tradisional, termasuk Amerika Latin, seperti yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Perjanjian perdagangan dengan Peru akan memperluas akses pasar produk Indonesia di kawasan Amerika Selatan, membuka peluang investasi baru, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan memberikan keuntungan bagi usaha kecil dan menengah,” ujarnya.

Perlu dicatat bahwa menurut Bank Dunia, pada tahun 2023 Peru akan muncul sebagai tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua dan paling stabil di kawasan Amerika Selatan.

Menurut Menteri Salazar, IP-CEPA akan memperjelas bahwa Indonesia dan Peru berkomitmen untuk memperkuat kerjasamanya. Dia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut diharapkan dapat memungkinkan produk-produk unggulan dari kedua negara untuk mencapai pasar masing-masing.

“Perjanjian ini akan menjadi tonggak hubungan ekonomi antara Indonesia dan Peru,” tegasnya.

Kedua menteri juga menyatakan optimisme bahwa dengan tercapainya kesepakatan tersebut, Indonesia dan Peru dapat memperkuat hubungan ekonomi negaranya, menarik lebih banyak investasi, dan menciptakan lapangan kerja baru.

READ  DEWG G20 kedua berfokus pada konektivitas digital untuk pemulihan

Pada kesempatan yang sama, Djatmico Bryce Witjacsono, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, berharap perundingan IP-CEPA dapat menghasilkan kesuksesan yang sama dengan kesepakatan Indonesia dengan Chile.

“Kami berharap kesepakatan CEPA Indonesia-Peru akan mengikuti kesuksesan Indonesia-CEPA yang telah berhasil meningkatkan nilai perdagangan kedua negara, khususnya ekspor Indonesia ke Chile,” tambahnya.

Perundingan IP-CEPA akan dilakukan secara progresif melalui pembahasan beberapa isu, seperti perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, dan bidang kerjasama lainnya.

Indonesia dan Peru sepakat menggelar perundingan putaran pertama pada akhir tahun. Kedua belah pihak menyatakan harapannya agar tim negosiasi mereka dapat menyelesaikan pembahasan perdagangan komoditas dalam waktu satu tahun.

Nilai perdagangan Indonesia-Peru tercatat 191,8 juta dolar AS selama periode Januari-Mei 2023, karena ekspor Indonesia ke Peru sebesar 158,4 juta dolar AS sedangkan impor tercatat 33,3 juta dolar AS.

Selama periode 2018-2022, Indonesia mencatat surplus sebesar US$125,1 juta, atau tingkat surplus konstan sebesar 21,8 persen, dalam perdagangannya dengan Peru.

Kedua negara mencatat total nilai perdagangan sebesar US$554,5 juta pada tahun 2022, dengan ekspor dan impor Indonesia dari Peru masing-masing sebesar US$442,7 juta dan US$111,8 juta.

Pada tahun yang sama, perdagangan Indonesia dengan Peru menghasilkan surplus US$330,9 juta.

Indonesia terutama mengekspor kendaraan bermotor, alas kaki, pupuk mineral, biodiesel dan produk turunannya, serta tekstil ke Peru. Sedangkan biji kakao, pupuk mineral, arang, anggur dan ekstrak sayuran mendominasi ekspor produk Peru ke Indonesia.

Berita terkait: Uang kertas Peru dicetak oleh Peruri, gerbang ke banyak kolaborasi
Berita terkait: Indonesia dan Peru menandatangani nota kesepahaman kerja sama pertanian