POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Forum Investor Ekonomi Bersih IPEF 2024: Indonesia menawarkan 21 peluang investasi ramah lingkungan

Forum Investor Ekonomi Bersih IPEF 2024: Indonesia menawarkan 21 peluang investasi ramah lingkungan

ASIATODAY.ID, Singapura – Indonesia menawarkan beragam peluang investasi berkelanjutan pada Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) Clean Economy Investor Forum 2024 yang diselenggarakan di Singapura, Kamis, 6 Juni 2024.

Forum investor ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IPEF yang diadakan pada tanggal 5 hingga 6 Juni di Singapura.

Pada forum ini, Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto menjadi salah satu panelis yang membuka diskusi panel bertema Building Tomorrow: Sustainable Investment in Infrastructure for a Resilient Future, bersama Menteri Perdagangan India Shri Sunil Barthwal, CEO Temasek Holdings ( Pvt Ltd dan Temasek International Pte. Ltd Dilhan Pillai, serta Co-CEO KKR & Co. Inc. Teluk Joseph.

“Bagi Indonesia, target pembiayaan investasi yang diperlukan untuk peningkatan Nationally Defeded Contribution (NDC) Indonesia adalah sekitar US$281 miliar. Untuk mencapai net zero emisi pada tahun 2060, Indonesia membutuhkan sekitar US$1,1 triliun,” kata Airlangga.

Lebih lanjut Airlangga mengatakan, Indonesia juga telah menyusun strategi untuk mendukung investasi hijau melalui sejumlah alternatif pembiayaan seperti green bonds, green sukuk, green rating, dan carbon pricing. Indonesia juga menjalin kerja sama dengan pemerintah Jepang melalui rencana Just Energy Transition Partnership (JETP) dengan pendanaan sebesar US$20 miliar.

Selain itu, Indonesia juga menjalin kerja sama melalui skema ASEAN Zero Emission Community (AZEC) dengan pembiayaan sebesar US$500 miliar yang mencakup proyek-proyek breakout seperti proyek panas bumi Muara Labuh berkapasitas 80 MW dan pembangkit listrik tenaga limbah Lijok Nangka. Dengan kapasitas 35 MW – 40 MW.

“Indonesia juga memberikan dukungan politik terhadap kawasan ekonomi khusus dan UU Cipta Kerja,” kata Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia juga menghadirkan 21 proyek infrastruktur hijau berkelanjutan sebagai peluang investasi potensial dalam rangkaian pertemuan IPEF ini, dimana 19 proyek diantaranya sedang dalam tahap implementasi.

READ  Krisis Ukraina membayangi pemulihan pariwisata yang rapuh di Asia Tenggara | Berita Penerbangan

“Dua proyek sudah masuk kategori siap yaitu Green Refinery Cilacap senilai US$860 juta dan Green Refinery Plago Sumsel senilai US$860 juta,” pungkas Airlangga. (ETN)

ikuti kami di berita Google Dan saluran wa