POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Ekonomi Wanti-Wanti RI Bisa Tumbuh di Bawah 5%

Ekonomi Wanti-Wanti RI Bisa Tumbuh di Bawah 5%


Khadijah Al-AidarousCNBC Indonesia

Berita

Senin, 22/04/2024 09:00 WIB




Foto: Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Sirasa (27/8/2019). (CNBC Indonesia/Andrian Kristianto)


Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Pusat Ekonomi Digital dan UKM Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eisha Maghfiruha Rachbini menilai Indonesia ke depan akan sulit mempertahankan pertumbuhan ekonomi sebesar 5%. Begitu pula dengan risiko global yang mungkin timbul akibat hal tersebut.

Aisha mengatakan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) berharap untuk mempertimbangkan kembali perkiraannya terhadap perekonomian global, yang tidak dapat dilaksanakan melalui aliansi besar. Suku bunga ekonomi diturunkan sebesar 3,2%.

Perekonomian negatif yang signifikan dengan risiko lokal yang sangat rendah sebesar 1,6% PDB. Saat ini, pasar negara berkembang merupakan salah satu pasar negara berkembang terbanyak secara global, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 4,3% hingga 4,2%.


“Indonesia, 5% sempatnya masih moderat, tapi kita lihat ada kenaikan di 5%. Diperkirakan bisa mencapai 5%,” Ujar Aisa, dalam diskusi virtual yang dibahas Sinen (22/4/2024).

Aisha Mainilai Inflasi Dalam Evil Black Volatile, Karina Dan El Nino Yang Mindurong Bahan Bahan Yingkat. Namun inflasi akan naik sebesar 2,61% pada tahun 2023. Inflasi ini akan meningkat pada tahun 2024.

Kata Isha: “Konflik antara Timur Tengah dan Rusia Ukraina bisa sangat menyakitkan karena uang masuk dan rupee terdevaluasi dan menyebabkan inflasi meningkat secara signifikan.”

Dampak konflik Rusia – Ukraina Mendorong harga-harga komoditas dan energi. Artinya Israel-Hamas dan Iran ikut campur dalam perdagangan global. Sulit untuk berbicara dengan siapa pun. Pasalnya, emas salah satu safe haven Dari dollar AS.

READ  Indonesia meluncurkan fasilitas risk pool senilai $500 juta. Tujuan Transfer Risiko

Hal ini masih sangat beresiko karena belum adanya sarana dan prasarana, karena di China – AS berupa upaya pengambil, inilah lokasi penempatan tenaga kerja global. Ada banyak pasokan global, logistik dan bantuan yang terkait dengan perekonomian lokal.

“Di lokasi, terjadi guncangan pasokan, karena Sisi memproduksi barang-barang logistik yang sangat bagus, Lama Akibat Pingalihan Galur untuk perdagangan maritim, konflik besar dan konflik. Akibatnya, terjadi arus rantai pasokan yang terbutus,” Kata Isha.

Oleh karena itu, industri ini berkontribusi terhadap perkembangan industri manufaktur yang berujung pada peningkatan produktivitas produk, sehingga membantu menyediakan barang-barang kebutuhan pokok yang berkualitas. Apalagi impor Indonesia Sebagai Negara dari Baku adalah salah satu industri yang dapat merancang struktur untuk melindungi terhadap risiko geopolitik global berturut-turut.



Video Saxican de bawah ini:

Video: Kemenkeu Pastikan Fundamental Perekonomian RI Masih Kuat


(ha ha)