POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Regions to spend more on labor-intensive projects as economy bounces back

Daerah Menghabiskan Lebih Banyak untuk Proyek-Proyek Padat Tenaga Kerja Saat Ekonomi Memulihkan – Inforial

Inforeal (Jakarta Post)

Jakarta
Jumat 4 Juni 2021

2021-06-04
08:00

6281d9f905b49edfeb97b8e9030495a4
4
INFORMASI

Gratis

Perekonomian Indonesia mengalami perbaikan karena perkembangan ekonomi pada kuartal pertama berhasil merangkak ke -0,74% dari -2,19% pada kuartal keempat tahun lalu.

Dengan demikian, Presiden Joko Widodo memperkirakan perkembangan yang lebih ambisius setidaknya 7 persen pada akhir kuartal kedua.

Untuk mencapai tujuan presiden, General Manager Keuangan Daerah Adrian memperkirakan bahwa pemerintah daerah akan menghabiskan lebih banyak untuk membiayai proyek-proyek padat karya. Sejauh ini, kata dia, tingkat penyerapan anggaran pemerintah daerah masih sangat rendah, yakni 21,98 persen, dari total APBD sebesar 1,19 kuadriliun rupiah.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat mempercepat penyerapan anggaran sehingga target 7 persen pada akhir triwulan II dapat tercapai,” katanya dalam diskusi hipotetis, Rabu.

Diskusi yang menyoroti percepatan pemulihan ekonomi nasional untuk mendukung pembangunan itu diselenggarakan oleh Pemerintah dalam penanganan COVID-19 dan Komisi Pemulihan Ekonomi Nasional.

Adrian menambahkan bahwa fokus pada proyek padat karya akan membantu mengurangi tingkat pengangguran terbuka di wilayah tersebut. Efek domino juga akan membantu perekonomian rakyat yang terpukul keras akibat pandemi.

Secara serempak, staf Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indra S. Atmawidja, kementerian terus maju dengan membangun infrastruktur untuk mempertahankan pekerjaan.

“Membangun proyek ini akan memberikan lapangan pekerjaan dan juga membantu banyak industri tetap hidup, terutama selama pandemi,” kata Indra.

Dia menambahkan, kementerian fokus pada lima bidang termasuk pembangunan 20 proyek padat karya senilai Rp 23,24 triliun. Dia mengatakan, proyek yang dilakukan bervariasi antara perbaikan sistem drainase, pengecatan pintu gerbang, dan proyek jalan. Dia menambahkan bahwa proyek-proyek ini menarik orang-orang dari desa-desa terpencil untuk mengerjakan proyek-proyek tersebut.

READ  'Merangsang sektor otomotif tidak cukup untuk perekonomian Indonesia'

Dia mengatakan bahwa “tingkat penyelesaiannya telah mencapai 40 persen, dan sekitar 1,2 juta orang telah berpartisipasi dalam proyek-proyek ini.”

Pada saat yang sama, kementerian juga membangun infrastruktur pariwisata senilai Rp 3,8 triliun di berbagai daerah. Di antara tempat-tempat yang menyaksikan perkembangan tersebut adalah Saribu Rumah Gadang di Sumatera Barat dan Gerbang Klangon di Yogyakarta.

Gerbang Klangon dirancang sebagai tempat perhentian bagi wisatawan dalam perjalanan menuju Candi Borobudur di Magelang dari Bandara Internasional Yogyakarta yang terletak di pinggiran Yogyakarta.

Atraksi baru ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan dengan demikian mendukung perekonomian lokal.

Mengomentari hal ini, Ekonom dan Direktur Riset CORE Indonesia Peter Abdullah menyetujui strategi pemerintah untuk fokus pada proyek padat karya karena dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

“Seluruh gagasan rencana pemulihan ekonomi adalah untuk memberdayakan pemilik bisnis dan individu agar mereka dapat bertahan dari pandemi dan pulih setelah pandemi berakhir,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa rencana pemulihan ekonomi merupakan tulang punggung perekonomian negara.

“Pemerintah telah melakukan yang terbaik untuk menjaga ketahanan ekonomi kita, termasuk dengan melanjutkan semua proyek padat karya yang memiliki implikasi langsung untuk menjaga status keuangan masyarakat,” katanya.