POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Bon: Desa Rita memenangkan emas untuk Bali dalam olahraga panjat tebing

Saya bersyukur bisa meraih medali emas. Saya berterima kasih kepada semua pihak dan masyarakat yang telah mendoakan kembalinya medali emas untuk Bali.

Jayapura, Papua (Andara) – Rita Kusuma Devi dari etape Desai Bali meraih medali emas dengan catatan waktu 7,01 detik pada nomor XXX XML pada Pekan Permainan Nasional (PON) Papua.

Pelatih panjat tebing Polly Suharti Eka Prasadya mengatakan Di antara Mikika, di Papua, mengatakan pertandingan Contingent Pride hari Jumat merupakan penampilan Dewi dengan kecepatan yang impresif.

“Ke depan, saya berharap Desha Rita dapat bertindak cepat dan mempertahankan performa terbaiknya,” kata Prasad.

Dia mengungkapkan bahwa dia telah tampil lebih baik sejak hari-hari pelatihannya.

Berita Terkait: Papua Nugini: Leonardo raih emas di Speed ​​WR Sport Climbing

“Sejak awal, saya yakin dia akan memenangkan medali emas,” tambahnya.

Prasetya dinilai dan diadakan setiap empat tahun sekali dengan tujuan memenangkan emas untuk pasukan Bali selama Pesta Olahraga Nasional.

Di babak final kompetisi panjat tebing putri di PON XX Papua, ia menghadapi rekan setimnya nasional Rajaya Salsabila dari Jawa Barat.

Berita Terkait: Raharjati Noorsamza memecahkan rekor dunia Vedric Leonardo

Dua finalis Timnas Indonesia di Olimpiade Paris 2024 adalah Nurul Ikoma dari Nusa Tenggara Barat dan Alivani Ver Khadija dari Sulawesi Selatan.

Devi mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangannya dalam ajang Papua Gold XXX tahun 2021, dengan mengatakan bahwa meski menghadapi masalah kecil selama kompetisi, dia merasa puas setelah meraih juara pertama untuk pertama kalinya dalam hidupnya.

“Saya bersyukur bisa meraih medali emas. Saya berterima kasih kepada semua pihak dan masyarakat Bali yang telah mendoakan kembalinya medali emas untuk Bali,” ujarnya.

READ  Perempuan Indonesia ambil sampah plastik bata demi bata

Pada babak final, ia mengaku merasa lawannya menjatuhkan pertahanannya, yang lolos dalam waktu 7,01 detik dan menjadi juara.

Berita Terkait: Roxana menanggung beban emas Kalimantan Selatan dalam gulat

Berita Terkait: Persiapan Upacara Pembukaan PON Papua 95% Selesai: Resmi