POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Banjir bandang di Sulawesi Tengah, 3 tewas, 4 hilang

Warga membersihkan lumpur dari rumah mereka setelah banjir bandang melanda desa Toru di kabupaten Pariki Mutong, Sulawesi Tengah, Indonesia, pada 29 Juli 2022. Banjir bandang di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia, telah menewaskan tiga orang dan empat lainnya hilang. Seorang pejabat senior badan bencana lokal mengatakan pada hari Jumat bahwa pencarian orang hilang sedang berlangsung (Foto: Xinhua)


Orang-orang berdiri di depan rumah-rumah yang rusak akibat banjir bandang di desa Toru, kabupaten Sulawesi Tengah, Sulawesi Tengah, Indonesia pada 29 Juli 2022.  Banjir bandang di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia, telah menewaskan tiga orang dan empat lainnya hilang.  Seorang pejabat senior badan bencana lokal mengatakan pada hari Jumat bahwa pencarian orang hilang sedang berlangsung (Foto: Xinhua)

Orang-orang berdiri di depan rumah-rumah yang rusak akibat banjir bandang di desa Toru, kabupaten Sulawesi Tengah, Sulawesi Tengah, Indonesia pada 29 Juli 2022. Banjir bandang di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia, telah menewaskan tiga orang dan empat lainnya hilang. Seorang pejabat senior badan bencana lokal mengatakan pada hari Jumat bahwa pencarian orang hilang sedang berlangsung (Foto: Xinhua)

Banjir bandang di provinsi Sulawesi Tengah di Indonesia telah menewaskan tiga orang dan menyebabkan empat lainnya hilang, kata seorang pejabat senior badan bencana setempat, Jumat.

Itran MD mengatakan, bencana alam tersebut disebabkan oleh hujan deras yang merendam seluruh rumah warga di Desa Toru Kecamatan Parigi Moudong. Lobi, Kepala Divisi Operasi Organisasi Penanggulangan Bencana Daerah.

“Tadi malam (Kamis malam) semua rumah dan bangunan di desa kami tiba-tiba kebanjiran,” katanya.

“Setelah memeriksa daerah yang terkena dampak, tiga orang tewas dan empat hilang, sementara personel dari Kantor Pencarian dan Penyelamatan sekarang mencari yang hilang,” katanya kepada Xinhua melalui telepon.

Penduduk desa berlindung di tempat yang lebih tinggi karena rumah-rumah terendam air hingga ketinggian sekitar satu meter, katanya, seraya menambahkan bahwa pusat evakuasi dan pusat logistik telah didirikan untuk bantuan bencana.