POSPAPUA

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Lenovo Project AeroBlade, Laptop 14 Inci Tanpa Kipas dengan Ketebalan Kurang dari 10 mm

Lenovo Project AeroBlade, Laptop 14 Inci Tanpa Kipas dengan Ketebalan Kurang dari 10 mm

Lenovo memperkenalkan Project AeroBlade, konsep laptop 14 inci yang menggabungkan bodi sangat tipis dan ringan dengan teknologi pendingin AirJet dari Frore Systems. Teknologi tersebut memungkinkan perangkat memperoleh pendinginan aktif tanpa menggunakan kipas konvensional.

Project AeroBlade Menggunakan Sistem Pendingin Tanpa Kipas

Project AeroBlade memiliki ketebalan kurang dari 10 mm dan bobot di bawah 830 gram. Meski memiliki bodi sangat ringkas, perangkat ini dibekali prosesor Intel Core Ultra 7 dari keluarga Lunar Lake.

Lenovo menggambarkan AeroBlade sebagai komputer tanpa kipas yang tetap menawarkan kinerja penuh. Artinya, perangkat ini tidak hanya mengandalkan pelepasan panas secara pasif, tetapi tetap menghasilkan aliran udara aktif untuk membantu menjaga suhu komponen.

Pendekatan tersebut memungkinkan Lenovo mengembangkan laptop yang lebih tipis dan ringan tanpa harus menggunakan kipas berputar seperti yang lazim ditemukan pada komputer jinjing.

AirJet Menggantikan Kipas Konvensional

Lenovo menyebut sistem pendinginan yang digunakan pada AeroBlade sebagai Aliran Aktif. Teknologi ini dikembangkan bersama Frore Systems dengan memanfaatkan modul AirJet sebagai pengganti kipas tradisional.

Alih-alih menggunakan baling-baling yang berputar, AirJet memanfaatkan membran yang bergetar dengan sangat cepat untuk menghasilkan aliran udara. Udara tersebut kemudian membantu mengeluarkan panas dari dalam perangkat.

Karena tidak menggunakan kipas mekanis yang berputar, AeroBlade tetap dapat dikategorikan sebagai laptop tanpa kipas meskipun sistem pendinginannya bekerja secara aktif.

Menurut Lenovo, penghilangan kipas konvensional dapat membantu mengurangi kebisingan, masuknya debu, dan kerumitan komponen mekanis. Sistem tersebut juga dirancang agar laptop dapat mempertahankan kinerjanya dalam penggunaan berkelanjutan.

Teknologi seperti ini berpotensi menjadi solusi bagi laptop ultraportabel. Produsen selama ini harus menyeimbangkan kebutuhan akan kinerja tinggi dengan ruang yang semakin terbatas akibat desain perangkat yang terus dibuat lebih tipis.

Layar OLED 14 Inci dengan Bobot Kurang dari 830 Gram

Project AeroBlade menggunakan rangka berbahan campuran magnesium dan aluminium. Penggunaan material ringan tersebut membantu menjaga bobot keseluruhan perangkat tetap di bawah 830 gram.

Laptop konsep ini dilengkapi layar OLED berukuran 14 inci. Jenis layar tersebut dikenal mampu menghasilkan tingkat kontras tinggi, warna hitam yang lebih pekat, serta kualitas tampilan yang sesuai untuk perangkat kelas premium.

Dengan bobot kurang dari 830 gram dan ketebalan di bawah 10 mm, AeroBlade jauh lebih ringan dan tipis dibandingkan banyak laptop 14 inci yang tersedia di pasaran saat ini.

Mendukung Thunderbolt 4 dan Wi-Fi 7

Untuk kebutuhan konektivitas, Project AeroBlade mendukung Thunderbolt 4 dan Wi-Fi 7. Dukungan tersebut memungkinkan perangkat memanfaatkan sambungan kabel berkecepatan tinggi serta jaringan nirkabel generasi terbaru.

Kombinasi konektivitas modern, layar OLED, prosesor Intel Core Ultra 7, dan sistem pendinginan tanpa kipas menunjukkan arah pengembangan laptop ultraportabel yang semakin mengutamakan efisiensi ruang.

Project AeroBlade Masih Berupa Purwarupa

Project AeroBlade saat ini masih berupa purwarupa yang dikembangkan untuk membuktikan kelayakan teknologi dan desainnya. Lenovo belum mengumumkan harga maupun rencana penjualan perangkat tersebut.

Belum ada pula kepastian bahwa desain AeroBlade dalam bentuk saat ini akan diproduksi secara massal dan dipasarkan sebagai bagian dari keluarga ThinkBook.

Secara keseluruhan, Project AeroBlade memperlihatkan potensi teknologi AirJet dalam menghadirkan laptop yang semakin tipis dan ringan tanpa bergantung pada kipas konvensional. Namun, penerapannya pada produk komersial masih menunggu keputusan Lenovo mengenai pengembangan lebih lanjut.