Pospapua.com
Humaniora

Yang Hidup Sendiri Waspada, Berpeluang Gangguan Mental

Oleh: Tom Lazuardi

Pospapua.com, Versailles –Hindari hidup sendiri atau menyendiri terlalu lama. Mengapa? Penelitian ilmiah di Inggris mengungkapkan, ada hubungan erat antara kesendirian dengan peluang kena gangguan mental.

Penelitian itu dilakukan Louis Jacob bersama timnya dari University of Versailles, Saint-Quentin-en-Yvelines, di Prancis, dan dipublikasikan di jurnal akses terbuka PLOS ONE edisi 1 Mei 2019. Hasilnya menunjukkan, hidup sendiri terkait langsung dengan gangguan mental secara umum tak memandang usia atau jenis kelamin.

Dalam beberapa tahun terakhir, proporsi orang yang hidup sendiri semakin meningkat karena penuaan populasi, penurunan tingkat pernikahan dan penurunan kesuburan. Sejumlah penelitian sebelumnya menyelidiki hubungan antara hidup sendiri dan gangguan mental. Tetapi umumnya penelitian itu dilakukan pada populasi lansia sehingga tidak dapat digeneralisasi untuk orang dewasa muda.

Dalam studi terbaru, para peneliti Prancis menggunakan data 20.500 orang berusia 16-64 yang tinggal di Inggris dan berpartisipasi dalam National Psychiatric Morbidity Survey pada 1993, 2000, atau 2007.

Tentang orang yang kena gangguan mental umum (CMD), peneliti menggunakan penilaian Clinical Interview Schedule-Revised (CIS-R) yakni kuesioner yang berfokus pada gejala neurotik minggu sebelumnya.

Peneliti juga mencatat data tentang faktor-faktor lain termasuk berat dan tinggi badan, ketergantungan alkohol, penggunaan narkoba, dukungan sosial, dan kesepian.

Data prevalensi orang yang hidup sendiri pada 1993, 2000, dan 2007 adalah masing-masing 8,8%, 9,8%, dan 10,7%. Pada tahun-tahun itu, tingkat CMD adalah masing-masing 14,1%, 16,3%, dan 16,4%.

Dalam semua tahun, semua usia, dan pria maupun wanita, ada hubungan jelas antara hidup sendiri dan CMD. Data menunjukkan, pada 1993 rasionya 1,69. Pada 2000, rasionya 1,63. Pada 2007, rasionya naik hingga 1,88.

Dalam sub-kelompok berbeda, hidup sendiri meningkatkan risiko CMD sebesar 1,39 – 2,43 kali lipat. Secara keseluruhan, kesepian terkait dengan 84% dari asosiasi antara CMD dengan hidup sendiri.

Kesimpulan Jacob: “Hidup sendiri terkait dengan gangguan mental pada populasi umum di Inggris.”

Maka, para peneliti menyarankan beberapa hal yang mungkin bisa membantu meningkatkan kesejahteraan mental individu sendirian. Antara lain dengan teknik intervensi kesepian. (Lin)

Baca Juga:

Aksi Unik Anak-Anak Yogya, Peduli Nasib Kucing Telantar

Anjar Asmoro Heryanto

Orang yang Bangun Pagi Lebih Gampang Mengatasi Masalah

Nethy Dharma Somba

Tekan Korban Kecelakaan, Polda Beri Edukasi Penanganan Pertama

Syaiful

Leave a Comment