Pospapua.com
Gejala utama dari kanker Esofagus adalah terasa sakit ketika menelan makanan.Foto: Medical News Today
Kesehatan

Waspada! Inilah Pemicu Kanker Esofagus

Oleh: Anisa Tri Kusuma |

Meski terdengar asing, jenis kanker satu ini menjadi kanker pembunuh nomor enam di dunia

Pospapua.com, Jakarta — Kanker esofagus adalah kanker yang biasanya dimulai dalam sel-sel yang melapisi bagian dalam kerongkongan. Karena fungsi esofagus itu sendiri merupakan tabung yang berlubang atau berongga yang mengangkut makanan dan cairan dari tenggorokan ke lambung.

Ketika seseorang menelan, dinding-dinding yang berotot dari esofagus berkontraksi untuk mendorong makanan turun kedalam lambung. Penyebab kanker esofagus adalah pola hidup, kesehatan tubuh, faktor genetik dan faktor lainnya. Dalam jangka waktu yang panjang, pola makan yanh salah dapat memicu penyakit kanker esofagus, yang salah satunya bersumber dari makanan yang mengandung banyak nitrosamine, seperti makanan berjamur atau acar.

Gejala utamanya adalah terasa sakit ketika menelan makanan, terasa ada yang mengganjal ketika menelan ludah dan dada terasa sakit seperti ada yang membebani dan napas terasa sulit dan sesak. Tak diketahui secara pasti penyebab kemunculan kanker esofagus. Namun, ada beberapa pemicu atau faktor risiko yang membuat seseorang rentan terkena kanker esofagus.

Foto: peoplebeatingcancer.org

1. Usia dan Gender
Risiko terkena kanker esofagus berhubungan dengan usia. Semakin bertambah usia, maka risiko makin tinggi. Pasien kanker esofagus yang usianya lebih muda dari 55 tahun jumlahnya tak sampai 15 persen. Di samping itu, pria lebih berisiko mengalami jenis kanker ini daripada wanita.

Kanker esofagus berhubungan erat dengan sistem pencernaan. Kanker ini berada di bagian esofagus atau saluran yang menghubungkan tenggorokan dengan lambung. Saluran itu membantu mendorong makanan menuju lambung setelah ditelan.

2. Penyakit Asam Lambung (GERD)
Demi kelancaran proses pencernaan, lambung secara alami memproduksi asam dan enzim. Namun, pada sebagian orang, asam yang cukup kuat ini bisa keluar dari lambung dan menyentuh bagian esofagus paling bawah. Situasi ini disebut penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Saat asam menyentuh esofagus, umumnya orang merasakan heartburn (panas) atau rasa sakit yang terasa pada bagian tengah perut. Mereka yang memiliki GERD, berisiko terkena kanker esofagus dengan jenis adenokarsinoma.

3. Barrett’s Esophagus
Asam lambung yang terlalu sering menyentuh bagian bawah Esofagus bisa merusak jaringan dalam esofagus. Sel-sel skuamosa yang biasa melapisi esofagus atau kerongkongan digantikan dengan sel kelenjar. Sel-sel ini lebih tahan pada asam lambung.

Kondisi itu disebut dengan Barrett’s Esophagus. Dibanding Adenokarsinoma, orang dengan Barrett’s Esophagus berisiko lebih tinggi terkena kanker.

4. Tembakau dan Alkohol
Konsumsi tembakau melalui rokok, cerutu, atau kunyah menjadi salah satu faktor risiko terbesar kemunculan kanker esofagus. Risiko kanker makin tinggi saat konsumsi dilakukan dalam waktu yang lama. Selain tembakau, risiko kanker juga mengintai mereka yang sering mengonsumsi alkohol. Alkohol sendiri memengaruhi sel skuamosa sehingga memicu timbulnya risiko adenokarsinoma.

Orang yang selalu menghabiskan sebungkus rokok sehari, berisiko dua kali lipat mengalami adenokarsinoma.

5. Konsumsi Cairan Bersuhu Sangat Panas
Minum minuman bersuhu sangat panas bisa jadi pemicu kanker esofagus. Sering meminum minuman bersuhu 65 derajat Celcius atau lebih, dapat meningkatkan risiko adenokarsinoma. Cairan yang panas bisa merusak sel bagian dalam kerongkongan. Akan lebih baik jika Anda memerhatikan suhu air panas sebelum diminum.

Apa Penyebab Kanker Esofagus?
Tidak jelas apa penyebab dari kanker esofagus. Kanker esofagus terjadi saat sel pada esofagus mengalami kerusakan (mutasi) pada DNA. Kerusakan menyebabkan sel berkembang dan membelah dengan tidak terkendali. Sel abnormal yang berakumulasi membentuk tumor pada esofagus yang dapat berkembang untuk menginvasi struktur sekitar dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ada tiga jenis utama dari kanker esofagus:
– Squamous Cell Carcinoma muncul saat kanker muncul pada sel yang rata dan tipis yang membentuk lapisan esofagus.

Jenis ini paling sering terjadi di bagian atas atau tengah esofagus, namun dapat muncul di mana saja.
– Adenocarcinoma terjadi saat kanker muncul pada sel glandular pada esofagus yang berperan dalam produksi cairan seperti lendir. Adenocarcinoma paling umum terjadi pada bagian bawah esofagus.
– Jenis langka dari kanker esofagus meliputi choriocarcinoma, limfoma, melanoma, sarcoma dan sel kecil kanker.

Ilustrasi kanker esofaragus. Foto: CU Denver

Pencegahan Kanker Esofaragus
Mencegah tentunya jauh lebih mudah daripada mengobati. Untuk menghindari kanker esofaragus ada beberapa hal yang bisa anda lakukan, diantaranya;
– Berhenti merokok atau mengunyah tembakau.
– Hindari meminum alkohol atau minum dalam batas wajar.
– Makan lebih banyak buah dan sayur.
– Jaga berat badan sehat.

Menjaga pola makan dan gaya hidup sehat menjadi faktor penting dalam mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar. Mari kita terapkan pola hidup sehat mulai dari sekarang. (Kbb/INI-Network)

Baca Juga:

Polres Supriori dan IDI Layani Pengobatan Gratis

Nethy Dharma Somba

Terapi Air Laut di Kolam Renang Tirta Mandala

Nethy Dharma Somba

Kasus Deman Berdarah Meluas di Pekanbaru, Ditemukan 229 Kasus

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment