Pospapua.com
Prosesi penyembilhan hewan kurban, di Masjid Jogokariyan, Kota Jogjakarta, Ahad (11/8) (Foto: Julian Prada/Jogjainsidde.com)
Khazanah

Warga Jogokariyan Terima Daging Kurban 7 Ons per Jiwa? Penjelasannya Bikin Haru

Oleh: Julian Pradana |

Pospapua.com, Yogyakarta – Warga Jogokariyan menerima 7 ons daging kurban per jiwa dari Takmir Masjid Jogokariyan pada Hari Raya Idul Adha, Minggu (11/8). Perhitungan pembagian daging kurban ini lebih sedikit dari ketentuan.

Total 93 hewan kurban yang akan disembelih Takmir Masjid Jogokariyan. Hewan kurban ini terdiri dari 41 ekor sapi dan 52 ekor kambing.

Ketua Panitia Penyembelihan Masjid Jogokariyan Muhammad Agus mengatakan, panitia masjid menghitung pembagian daging kurban per kepala. Setiap orang mendapat 7 ons di empat RW se-Jogokariyan.

Menurutnya, sistem ini telah diberlakukan beberapa kali, setelah sebelumnya dibagiakan per kepala keluarga. “Sistemnya kami bagikan per jiwa, tujuannya untuk menjamin seluruh anggota keluarga bisa makan daging sampai hari tasyrik selesai,” katanya kepada INI Network di Yogyakarta.

Misalnya, kata dia, jika dalam satu kepala keluarga terdapat 7 anggota keluarga, maka daging yang diberikan dihitung 7 ons kali tujuh orang. “Kalau ada tujuh orang, ya kami bagikan tujuh kantong dengan jumlah 49 ons ( 4,9 kilogram),” paparnya.

Dari pantauan INI Network, sejak pagi warga sekitar sudah berkumpul untuk menyaksikan prosesi penyembelihan ini. “Salah satu sapi ada yang berbobot satu ton,” ungkap salah satu warga di plataran masjid.

Menurut dia, dari 41 ekor sapi, ada beberapa sapi yang memiliki bobot lebih besar dari sapi lainnya. “Salah satu sapi ada yang berbobot satu ton lebih,” ujar Agus.

Menurut dia, seluruh daging yang didapat dari proses penyembelihan ini semuanya akan dibagikan ke seluruh warga di Jogokariyan.

Untuk menjamin kesehatan hewan kurban, Agus mengaku telah memastikan kesehatannya sejak satu bulan yang lalu. Di Masjid Jogokariyan juga terdapat tim dokter hewan yang selalu memantau kesehatan hewan.

“Kami jamin semuanya sehat tidak akan ada kasus anthrax atau cacing hati, setelah beli langsung kami minumkan obat cacing,” ucap Agus (Aza/Sug/INI/asi)

Baca Juga:

Politisasi Hoax

hamim

Fenomena Salju Dieng, Indah bagi Wisatawan Bencana bagi Petani

Nethy Dharma Somba

Bermain Bersama, Membangun Hubungan Baik Ayah dan Anak

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment