Pospapua.com
Kristian Degei, salah satu jurnalis media online di Jayapura menunjukan perangkat seluler yang tak terkoneksi internet. (foto : Achmad Syaiful)
Nusantara

Warga Jayapura Keluhkan Pemblokiran Internet, Pemantauan Info Bencana Ikut Terganggu

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura –  Persekusi mahasiswa Papua di Kota Surabaya, Jawa Timur hingga berujung kekacauan massa di Papua Barat berdampak pada pemblokiran akses internet di Papua dan Papua Barat, sejak Senin (19/8).

Kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sangat dirasakan warga Ibukota Papua sejak lima hari terakhir. Keluhan berdatangan dari berbagai kalangan masyarakat. Riski misalnya yang menilai pemblokiran layanan data operator selular di Papua dinilai tidak bijak.

Pemblokiran internet ini sangat menggangu tugasnya yang  sehari-hari bekerja sebagai jurnalis. Kebijakan Kementerian Kominfo juga mengakibatkan dirinya tak bisa menginformasikan kondisi terkini di Papua kepada masyarakat.

“Saya secara pribadi sangat dirugikan karena selain aktivitas kerja terganggu, saya kesulitan mendapat informasi terpercaya dari daerah,” kata Riski jurnalis Radio di Jayapura.

Dia berharap Kementerian Kominfo dapat mengkaji kembali kebijakan tersebut, sehingga tidak menambah panjang kerugiaan masyarakat Papua.

Kristian Degei, salah satu jurnalis media online di Jayapura mengeluhkan hal serupa. Pemblokiran layanan data di Papua sangat menganggu aktivitas kerja. “Saya sangat terganggu karena semua aktivitas sehari-sehari sebagai jurnalis tergantung layanan data internet,” tuturnya.

Dia meminta kepada Kementerian Kominfo segera memulihkan kembali layanan data internet di Papua dan Papua Barat. “Bagaimana torang dapat informasi yang benar, kalau internet saja dimatikan,” kata Kritian.

Keluhan juga datang dari kalangan remaja. Pasalnya kebijakan Kementerian Kominfo menyebabkan dirinya dan teman-temannya tidak bisa bermain game online yang kini tengah populer di kalangan remaja di Papua.

“Game online ini sekedar hiburan kami untuk menghilangkan rasa suntuk, karena yang paling penting adalah komunikasi dengan keluarga di kampung halaman, tentu saja dengan tampilan video untuk melepas rindu,” aku Anang salah satu warga Pemukiman APO, Distrik Jayapura Utara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBDPapua, William Manderi mengaku kesulitan mendapatkan informasi berkaitan kebakaran lahan dan hutan maupun bencana di Provinsi Papua.

“Kami kesulitan mendapatkan informasi dari daerah karena pemblokiran internet ini. Kami juga tidak bisa meneruskan kebijakan dari BPBD Pusat untuk ditindaklanjuti di daerah sesuai dengan arahan pimpinan,” ungkap William. (Asi)

Baca Juga:

Prajurit TNI Ajarkan Pengoperasian Komputer di Sekolah Perbatasan RI-PNG

Nethy Dharma Somba

Ada Sekolah di Jayapura, 50% Siswanya Pengguna Narkoba

Nethy Dharma Somba

FKUB : Pesan Damai Papua Diserukan di Mimbar Agama

Syaiful

1 comment

Pemerintah Memblokir Internet, Aktivitas Warga dan Informasi Publik di Papua Terganggu - Indonesia Inside 23 August 2019 | 11:11 at 11:11

[…] Indonesiainside.id, Jayapura –  Persekusi mahasiswa Papua di Kota Surabaya, Jawa Timur yang berujung kekacauan massa di Papua Barat berdampak pada pemblokiran akses internet. Kementrian Komunikasi dan Informatik (Kominfo) memberlakukan pemblokiran di Papua dan Papua Barat, sejak Senin (19/8) kemarin. […]

Reply

Leave a Comment