Pospapua.com
Ilustrasi: Dolar. Foto: Postoffc
Ekonomi

Utang Luar Negeri RI Naik 7,2% Jadi Rp 5.404 Triliun

Oleh: Andryanto S

Pospapua.com, Jakarta – Utang luar negeri Indonesia kembali naik pada periode Januari 2019. Menurut data yang dilansir Bank Indonesia (BI), utang luar negeri Indonesia naik 7,2% secara tahunan pada akhir Januari 2019 menjadi US$ 383,3 miliar atau setara dengan Rp5.404 triliun, berdasarkan asumsi kurs referensi Bank Sentral akhir Januari 2019.

Utang luar negeri Indonesia hingga akhir Januari 2019 itu terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 190,2 miliar dan utang swasta termasuk BUMN sebesar US$ 193,1 miliar.

“Pertumbuhan utang luar negeri mencapai 7,2% (year on year/yoy) yang relatif stabil tersebut sejalan dengan peningkatan pertumbuhan utang luar negeri pemerintah di tengah perlambatan pertumbuhan utang luar negeri swasta,” tulis Bank Sentral dalam laporannya.

Adapun utang luar negeri pemerintah yang sebesar US$ 187,2 miliar atau tumbuh 3,7% (yoy) dipengaruhi oleh arus masuk dana investor asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) selama Januari 2019.

Aliran dana ke SBN itu, disebut BI, menunjukkan peningkatan kepercayaan investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

Sektor-sektor prioritas yang dibiayai melalui utang luar negeri pemerintah antara lain sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor konstruksi, sektor jasa pendidikan, sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, serta sektor jasa keuangan dan asuransi.

Sedangkan, utang luar negeri swasta melambat pada Januari 2019. Jumlah utang luar negeri swasta hanya meningkat US$ 1,5 miliar, atau tumbuh 10,8% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan tahunan Desember 2018 yang sebesar 11,5% (yoy).

“Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh pertumbuhan utang luar negeri sektor industri pengolahan dan sektor jasa keuangan dan asuransi yang melambat. Sementara itu, pertumbuhan utang luar negeri sektor pertambangan dan sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA) mengalami peningkatan dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya,” tulis Bank Sentral.

BI memandang struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat saat ini, yang terlihat dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di kisaran 36%.

Rasio tersebut, menurut Bank Sentral, masih berada di kisaran rata-rata negara dengan kapasitas ekonomi serupa (peers).

Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,2% dari total ULN.

“Bank Indonesia dan Pemerintah terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan ULN dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” ujar Bank Sentral.(*/Dry)

Baca Juga:

Menteri Kelautan: Tugas Generasi Muda Kawal Sumber Daya Ikan

hamim

Jelang Ramadhan, Harga Cabe Rawit di Jayapura Naik 100%

Nethy Dharma Somba

Harga Tiket Mahal, Sejumlah Perhelatan Nasional di Padang Terancam Sepi

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment