Pospapua.com
Kampanye akbar Capres 02 Prabowo-Sandi di GBK. (Foto:istimewa)
Nasional

Ustaz Bachtiar Nasir: Bersama Prabowo-Sandi, Indonesia Menang

Oleh: Ahmad ZR

Pospapua.com, Jakarta —  ‘’Bersama Prabowo-Sandi, Indonesia Menang. Bersama Prabowo-Sandi, Indonesia Menang, 17 April coblos nomor dua. 17 April coblos Prabowo-Sandi. 17 April coblos Indonesia menang.’’  Hal itu dikatakan Ustaz Bachtiar Nasir  dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat, Ahad (7/4) seraya  mengajak ratusan ribu umat Islam untuk membuat video singkat dan disebarkan di seluruh lini media sosial.

Dalam kesempatan tersebut Bachtiar menampik isu bahwa jika Prabowo menang, maka Indonesia akan berubah menjadi negara dengan faham khilafah. Padahal, komitmen Prabowo jelas telah dibuatkan sejak usia 18 tahun ketika disumpah menjadi prajurit untuk setia kepada Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Sepakat jaga NKRI? Sepakat jaga Pancasila? Sepakat jaga Bhinneka Tunggal Ika? Sepakat jaga Undang-Undang Dasar 1945? Mari kita jaga itu semua untuk Indonesia menang,” ajak Bachtiar.

Sementara, dalam kesempatan sama, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Ustaz Yusuf Muhammad Martak mengatakan bahwa Prabowo-Sandi merupakan amanat Ijtima Ulama I dan II di Jakarta beberapa waktu lalu. Ikhtiar ini telah disepakati oleh seluruh perwakilan ulama dalam Ijtima Ulama.

Hal itu disampaikan Yusuf merespon tudingan salah satu ketum partai politik yang menuding kubu Ijtima Ulama mendukung calon presiden yang belum jelas keislamannya. Bahkan, memfitnah Habib Rizieq dengan tuduhan keji.

“Dalam acara ini hadir Gus Najih Maimoen Zubair, Ustaz Salim Segaf Al Jufri, Ustaz Bachtiar Nasir, Ust Shobri Lubis, Kiai Abdul Rosyid Asy-Syafii, Kiai Tengku Zulkarnain, Kiai Cholil Ridwan, dan lain-lain.

“Silakan maju ke depan. Inilah para ulama yang menitipkan amanahnya untuk kemenangan Prabowo-Sandi, untuk merubah Indonesia menjadi negara yang baldatun thoyyibatun wa rabbun gafuur,” kata Yusuf.

Senada, pimpinan Dewan Da’wah Kiai Cholil Ridwan menjawab tuduhan miring bahwa keislaman Prabowo masih dipertanyakan. Ia menyaksikan langsung bahwa semasa Prabowo bertugas di Yordania, Prabowo selalu mengawali harinya dengan shalat Shubuh berjamaah di Masjid.

“Pernyataan keislaman Prabowo tidak jelas adalah fitnah,” kata Kiai Cholil.

Kiai Cholil menilai isu itu sengaja dihembuskan untuk menurunkan elektabilitas Prabowo-Sandi. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memenangkan Prabowo-Sandi sebagai bentuk ikhtiar untuk menghadirkan pemimpin yang ramah terhadap rakyat dan umat Islam.

“Dalam adzan, selain seruan shalat, juga ada hayya alal falah yaitu mari raih kemenangan. Mari rebut 17 April sebagai hari kemenangan rakyat Indonesia. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar,” ujar Kiai Cholil dengan nada tinggi. (EPJ/NDS) 

Baca Juga:

Pengguna MRT Terjebak di Stasiun Bawah Tanah akibat Listrik Padam

Syaiful

Seleksi Anggota KPI Menyimpang, Ini Saran Korektif Ombudsman

Syaiful

Pemilu Serentak 2019, 31 Gugur Mengawal Demokrasi

Nethy Dharma Somba

Leave a Comment