Pospapua.com
Hendrik -Yance -Udam
Tokoh muda Papua, Hendrik Yance Udam (kiri), yang Ketua Umum Gerakan Nasional Rakyat Cinta NKRI (Gercin). (foto : dok Pospapua.com)
Headline

Tokoh Papua Geram, Separatis Bersorak Wiranto Ditusuk

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, membuat tokoh separatis Papua bersorak. Sedikitnya ditemukan tujuh publikasi di akun media sosial kelompok separatis Papua.

Lewis Prai Wellip misalnya, dalam akun Facebook miliknya dia menuliskan dalam bahasa inggris, “feeling thankful “seraya membagikan tautan berita aljazeera.com berjudul “Indonesia’s security minister Wiranto hurt after stabbing attack”.

Dalam bahasa Indonesia tulisan Lewis diartikan, “merasa bersyukur,  sambil membagikan tautan berita Aljazeera.com berjudul Menteri Keamanan Indonesia Wiranto terluka setelah ditusuk”. Lewis Prai Wellip dalam kolom komentar juga menulis “‪Karma is coming after him…..I hope he dies… (Dia mendapat karma, saya berharap dia mati)”. Komentar itu mendapat 7 likes (tanda suka).

Sementara dalam akun Twitternya @WellipPrai, dia mempublikasi dirinya sebagai The Government of the Republic of West Papua (diplomat dari Pemerintah Republik Papua Barat)  dan founder (pendiri) dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Tangkapan layar akun Facebook Lewis Prai Wellip, Tokoh Separatis Papua. (foto : istimewa)

Sorak tokoh separatis Papua pun mendapat sorotan dari Tokoh muda Papua, Hendrik Yance Udam. Hendrik yang pernah terjun di dunia jurnalistik itu pun mengeluarkan kecaman keras.

“Jangan lagi kalian mem-bully, karena Pak Wiranto ini bagian dari representasi negara. Bagaimana seandainya peristiwa ini terjadi pada keluarga kalian, pasti kalian sedih,” tutur Hendrik saat dihubungi dari Jayapura, Jumat (11/10).

Hendrik memandang isu Papua Merdeka dengan dibenturkan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dimanfaatkan kelompok separatis untuk mengacaukan situasi keamanan Papua.

Dia pun meminta aparat penegak hukum baik Mabes Polri maupun Polda Papua untuk memantau setiap akun-akun media sosial yang menyebarkan hoaks dan ujaran yang mengandung kebencian serta unsur SARA.

“Semua hoaks, ujaran kebencian dan sentimen SARA dijadikan kekuatan untuk menghancurkan negara kita,” kataya.

Tak hanya itu, Hendrik mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Polri untuk memblokir akun-akun media sosial yang menyebar ujaran kebencian, dan hal-hal negatif yang menjatuhkan kredibilitas negara.

Menurutnya, media sosial ini ruang empuk bagi kelompok separatis dan radikal menebar berita hoaks dan kebencian.” Kalau di dunia nyata, saya kira sudah tenang dan bisa diredam,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri, Jenderal Tito Karnavian memastikan akan terus mengejar tokoh-tokoh utama penggerak (aktor intelektual) dalam kerusuhan sampai Papua benar-benar aman.

Jenderal yang pernah menjabat Kapolda Papua ini menyebut tokoh-tokoh utama penggerak kerusuhan adalah bagian dari nited Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

“Dimana definisi aman ? Amannya kalau tokoh-tokoh utama penggeraknya baik dari ULMWP maupun KNPB tertangkap. Kami akan kejar terus mereka,” tegas Tito usai mengunjungi pengungsi Wamena di Jayapura, Rabu (9/10).

Tito pun mengklaim telah mengantongi nama-nama tokoh utama penggerak yang dimaksudnya. Namun, dia masih merahasiakan identitas para tokoh utama tersebut. “Kami sudah tahu nama-nama mereka,” katanya.(Asi)

Baca Juga:

Gubernur Ancam Tarik Seluruh Mahasiswa Papua

Syaiful

Delapan Rumah Rusak di Sarmi, Papua Akibat Gempa Bumi M6,3

Nethy Dharma Somba

Soal Amunisi, Kapolda : Jangan Ada Pengkhianat di Brimob

Syaiful

Leave a Comment