Pospapua.com
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Nusantara

Tokoh Agama Imbau Warga Jayapura Tak Terhasut Hoaks

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Tindakan anarkis dalam aksi unjuk rasa di  Papua Barat  yang memprotes aksi persekusi dan rasisme mahasiswa Papua, berujung pada pemblokiran layanan data internet di kedua provinsi paling timur Indonesia.

Pemblokiran ini diklaim Pemerintah Pusat melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai tindakan pencegahan informasi hoaks yang dapat memprovokasi masyarakat di Papua.

Menyingkapi persoalan ini, Ketua FKUB Kota Jayapura, Pendeta Willem F.L Itaar mengimbau seluruh warga Jayapura tak terhasut isu hoaks yang disebar oleh pihak tidak bertanggung jawab di media sosial. “Jangan terhasut isu hoaks dan tidak boleh ikut menyebarkan isu hoaks yang ada di media sosial,” tuturnya.

Menurutnya, Kota Jayapura adalah rumah bersama seluruh umat beragama. Dia pun mengajak seluruh warga agar bersama-sama menjaga Kota Jayapura serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan persaudaraan di kota ini.

“Mari menjaga kedamaian di Kota ini, hindari demo anarkis yang mengakibatkan tidak tentramnya Kota Jayapura serta mengganggu fasilitas umum maupun pemerintah yang dibangun dengan uang rakyat,” tuturnya.

Menyangkut persoalan di Surabaya dan Malang, Willem meminta masyarakat mempercayakan kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Papua. “Saat ini masih dalam upaya penyelesaian di tingkat Pemerintah Pusat dan Provinsi. Kita berkewajiban bersama menjunjunt tinggi nilai-nilai yang dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Dia pun mengajak seluruh umat beragama agar berdoa supaya persoalan di Papua dapat segera terselesaikan dengan damai. “Sebagai orang percaya mari kita mengangkat dan bertanya kepada-Nya, Tuhan pasti sebagai Allah pencipta langit dan bumi akan memberikan ketenangan dan kedamaian,” pesannya.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Papua, Kiai Haji Tonny Wanggai mengajak seluruh warga Papua bersikap bijak dalam menyingkapi peredaran informasi yang tidak benar atau hoaks.

Penyebaran hoaks menyebabkan pemblokiran internet oleh Pemerintah Pusat karena banyak berita hoaks di media sosial. “Perkembangan teknologi semakin pesat, kita harus mampu menyaring dan menyerap informasi yang beredar di media sosial. Dalam kitab suci juga sudah disebutkan bahwa Janganlah engkau saling mengolok, boleh jadi yang engkau olokan lebih baik daripada diri kita sendiri,” ujarnya.

Tonny pun setuju dengan gagasan Gubernur Jawa Timur Hajah Khofifah Indar Parawansa yang akan membangun Asrama Nusantara untuk seluruh mahasiswa yang menimba studi di provinsi tersebut.

“Membangun Asrama Nusantara sangat bagus sehingga mahasiswa Papua dapat berbaur dengan mahasiswa lainnya. Ini menjadi suatu pelajaran untuk melakukan pembinaan hal – hal yang positif,” tuturnya.

Menurutnya, membangun sumber daya manusia (SDM) Papua harus dilakukan dengan pendekatan kultural dan adat. “Ini PR bagi Pemerintah Papua agar tidak hanya memberikan beasiswa, tetapi juga harus memberikan pendekatan kultural, adat, serta pengetahuan kebangsaan,”kata Tonny. (Asi)

Baca Juga:

DPT Papua Bertambah 2012 Pemilih

Nethy Dharma Somba

Jenazah Karyawan PT Istaka Diterbangkan ke Makassar

Nethy Dharma Somba

Koalisi Masyarakat Sipil Papua Menilai Negara Gagal Jamin Keamanan Mahasiswa

Syaiful

Leave a Comment