Pospapua.com
Persiapan Peluncuran Pilkada Serentak Tahun 2020 di Taman Imbi, Jayapura, Papua, Selasa (8/10). (foto : Achmad Syaiful)
Politik

Tiga Daerah di Papua Rawan Konflik Pilkada 2020

Oleh : Achmad Syaiful |

Pospapua.com, Jayapura – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua menganalisa tiga dari 11 kabupaten di Papua rawan konflik dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 mendatang. Ketiga kabupten ini meliputi, Yalimo, Yahukimo dan Pegunungan Bintang.

Komisioner Bawaslu Papua, Ronald Michael Manoach, saat dihubungi dari Jayapura, Selasa (8/10) mengatakan, kerawanan tiga kabupaten ini sebagaimana kajian Bawaslu Papua. “Tiga kabupaten masuk rawan Pilkada 2020,” kata Ronald.

Bawaslu Papua, kata Ronald, akan membuat inovasi terobosan untuk mencegah konflik Pilkada di tiga wilayah tersebut. Pencegahan itu bisa dilakukan secara mandiri maupun bersinergi bersama pihak KPU setempat.

“Kita akan lakukan pencegahannya agar dimaksimalkan, baik secara mandiri oleh Bawaslu maupun bersinergi dengan masyarakat dan KPU tingkat kabupaten maupun provinsi, supaya ada pencegahan bersama,” tutur Ronald.

Dia mengajak seluruh pihak termasuk aparat keamanan agar menyingkapi kerawanan konflik Pilkada 2020. “Ini sudah ada embrio, sehingga harus disikapi bersama agar jangan sampai Pilkada ini dijadikan instrumen oleh pihak tertentu,” kata Ronald.

Ketua KPU Papua, Theodorus Kosay mengatakan, pihaknya tengah mendampingi 11 Kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada serentak. Pendampingan itu ditegaskan usai peluncuran Pilkada serentak 2020 di Taman Imbi Jayapura, Selasa (8/10).

Adapun 11 kabupaten di Papua yang akan melaksanakan Pilkada 2020 mendatang, meliputi Supiori, Memberamo Raya, Keerom, Nabire, Yalimo, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Asmat, Boven Digoel, Merauke dan Waropen.

Theodorus menambahkan, sembilan dari 11 Kabupaten sudah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Dua kabupaten yang belum menandatangani NPHD adalah Kabupaten Waropen dan Supiori.

Dia berharap kabupaten lain yang tidak ikut Pilkada 2020 dapat memberikan motivasi dan dukungan kepada kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada serentak. “Semua ini adalah satu, maka harapan kami kabupaten yang lain ikut memberikan suport,” harapnya. (Asi)

Baca Juga:

Yudi Latief: Soekarno Susun Pancasila, Soeharto yang Merealisasikannya

hamim

Desa Sardonoharjo Gagas Perdes Antipolitik Uang

Anjar Asmoro Heryanto

Politikus PDIP Tolak Jadi Menteri Kabinet Jokowi, Alasannya Tak Punya Talenta

Syaiful

Leave a Comment